Monday, May 5th, 2008
Struktur Mount Points dalam Sistem Partisi Linux dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. /boot
Berisi Boot Loader dan Boot Menu. Untuk dibaca pada saat boot, karena saat penting maka harus dijadikan partisi Linux yang paling awal.
2. /
Memiliki seluruh sistem file yang ada di Linux, memiliki beberapa lokasi penting seperti /etc, sbin, /lib yang tidak dapat terpisah dalam partisi lain. Beberapa lokasi akan sering ditulisi (misalnya /tmp) tetapi kebanyakan hanya akan dibaca. Urutannya berada pada urutan kedua setelah partisi /boot.
3. /usr
Memiliki seluruh file eksekusi binary dan antarmuka grafik X11 dan pustaka-pustaka yang dimiliki oleh aplikasi. Akan ditulisi pada saat instalasi aplikasi atau melakukan kompilasi kernel. Selebihnya hanya akan dibaca, karena fungsinya mempengaruhi proses boot dan sistem secara keseluruhan maka harus partisinya harus berada pada sebelum atau sesudah partisi “/”
4. /opt
Beberapa distro memiliki lokasi ini untuk aplikasi-aplikasi opsional yang kurang penting (Dari pandangan sistem) . Akan sering ditulisi bila sering sekali menginstall atau menguninstall aplikasi.
5. /srv
Beberapa distro memiliki lokasi ini untuk menjalankan WWW dan/atau FTP Server. Beberapa admin memilih untuk membuat mount point ini sebagai tempat menjalankan Network Services. Akan sering ditulisi, apalagi bila menggunakan logging.
6. /var
Digunakan untuk data-data variabel. Biasanya logging untuk sistem disimpan di area ini. Sangat sering ditulisi.
7. /home
Tempat dimana user menyimpan data-data (personal atau kerjaan) dan konfigurasi dari aplikasi yang digunakan. Dibaca dan ditulis secara ekstensif.
Technorati : linux, tools, tutorial, xandros
Del.icio.us : linux, tools, tutorial, xandros
Posted in linux | No Comments »
Thursday, April 24th, 2008
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB (2GB mah kurang, default instalasinya aja 2.2GB) dengan Wireless LAN dalam keadaan menyala
2. SD Card (Optional, yang digunakan 1GB untuk dijadikan /home mount point)
Software yang dibutuhkan:
1. eee-ubuntu-support untuk mendeteksi hardware yang dimiliki oleh Asus EEE (http://code.google.com/p/eee-ubuntu-support/), yang digunakan di sini adalah v0.7
Tutorial Yang Dibutuhkan:
1. Part 2
Memindahkan /home mount point ke SD Card:
1. Format SD Card, disini menggunakan ext2
2. Posisi mounting SD Card ada di /media/disk
3. Kopikan semua isi dari /home ke SD Card
|
cp -r --preserve=all /home/* /media/disk |
4. Edit lagi file fstab
5. Tambahkan perintah ini pada posisi paling bawah
|
/dev/sdb1 /home ext2 rw,nosuid,nodev,noatime 0 0 |
6. Simpan kemudian restart
7. Untuk mengecek apakah /home mount point sudah tertuju pada SD Card gunakan perintah ini pada console:
8. Lihat apakah /dev/sdb1 mengacu pada /home
Menginstall Driver Menggunakan eee-ubuntu-support (Asumsi menggunakan v0.7)
1. Ekstrak file eee-ubuntu-support_v0.7.tgz
|
tar xzf eee-ubuntu-support_v0.7.tgz |
2. Masuk ke dalam foldernya
3. Eksekusi perintah ini:
4. Eksekusi perintah ini:
5. Kedua perintah ini mungkin harus 2 atau 3 kali diulang sampai menemukan driver yang benar.
6. Restart
Semua proses instalasi selesai, tinggal dipake deh Asus EEE-nya pake Ubuntu atau turunannya
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | No Comments »
Wednesday, April 23rd, 2008
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB (2GB mah kurang, default instalasinya aja 2.2GB) dengan Wireless LAN dalam keadaan menyala
2. USB Flash Disk minimal 1GB (Untuk dijadikan bootable live usb)
3. SD Card (Optional, yang digunakan 1GB untuk dijadikan /home mount point)
Software yang dibutuhkan:
1. eee-ubuntu-support untuk mendeteksi hardware yang dimiliki oleh Asus EEE (http://code.google.com/p/eee-ubuntu-support/), yang digunakan di sini adalah v0.7
Tutorial yang dibutuhkan:
1. Part 1
PERINGATAN: SELURUH DATA DI SSD MILIK ASUS EEE DAN SD CARD AKAN HILANG BILA MENGGUNAKAN LANGKAH YANG TELAH DIBUAT INI
Langkah Asus EEE Menginstall Ubuntu:
1. Karena layar Asus EEE sangat kecil, maka kita set dulu supaya window-nya bisa digeser-geser
2. System - Preferences - Appereance, pilih Visual Effect dan pilih None.
3. Gunakan Alt + Tombol Kiri Mouse untuk menggeser window
4. Klik icon Install
5. Ikuti semua pertanyaannya sampai masuk ke menu partisi
6. Pada menu partisi, pilih menu Manual. SSD milik Asus EEE akan berada di /dev/sda1
7. Contoh yang digunakan:
a. Keseluruhan SSD diformat
b. Format file system yang digunakan reiserfs (pilih sendiri format file system yang digunakan tidak harus reiserfs, kalo gak salah si pembuat reiserfs ini adalah tersangka pembunuhan istrinya lho)
c. Mount pointnya adalah: /
d. Ceklist pilihan format
8. Teruskan dan tunggu proses instalasi sampai selesai
Langkah Konfigurasi Asus EEE Setelah Instalasi:
1. Karena seluruh USB Flash Disk akan dianggap CD-ROM oleh Asus EEE maka kita ubah dengan perintah:
2. Komentari atau hapus teks di bawah ini dengan menggunakan tanda #:
|
/dev/sdc1 /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto,exec 0 0 |
menjadi
|
#/dev/sdc1 /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto,exec 0 0 |
3. Sisipkan kata noatime ke dalam perintah milik /dev/sda1, misalkan file system reiserfs memiliki perintah seperti ini:
menjadi
4. Simpan dengan menggunakan perintah Ctrl+O, dan keluar dengan Ctrl+X
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | 1 Comment »
Thursday, April 17th, 2008
Karena bosan dengan default OS dari EEEPC yaitu Xandros dan mo nyobain linux laen tapi gak punya optical drive eksternal, maka browsing lagi sana-sini dan mendapatkan cara untuk menginstall Ubuntu menggunakan Flash Disk (https://help.ubuntu.com/community/Installation/FromUSBStick) dan cara menginstall Ubuntu di EEEPC (http://wiki.eeeuser.com/ubuntu).
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB
2. USB Flash Disk minimal 1GB (Untuk dijadikan bootable live usb)
3. Komputer lain yang sudah terinstall Ubuntu 7.10 atau turunannya (Apakah bisa di linux distro lain? Confirm please!)
Software yang dibutuhkan:
1. ISO Ubuntu atau turunannya
2. Program isotostick.sh untuk memindahkan iso ubuntu ke flash disk (http://startx.ro/sugar/isotostick.sh)
3. Program syslinux versi > 3.55. Kalo ragu versinya, install lagi aja.
|
sudo apt-get install syslinux |
Langkah Flash Disk:
1. Format flash disk menggunakan file system fat16 dan pastikan flash disk bisa melakukan boot
2. Cari alamat flash disk di file system, yang digunakan disini adalah:
3. Gunakan perintah
|
sudo ./isotostick.sh /home/irfan/ubuntu-7.10-desktop-i386.iso /dev/sdb1 |
4. Akan ada beberapa error saat program isotostick.sh dijalankan, biarkan saja. Tunggu sampai proses selesai, yang ditandai dengan munculnya prompt console
5. Remove flash disk, dan konfigurasi flash disk menjadi live usb selesai
Langkah Asus EEE Menjalankan Live USB:
1. Pasang flash disk tadi di Asus EEE
2. Boot melalui flash disk, gunakan tombol Esc saat muncul logo Asus EEE di layar
3. Memasuki proses boot dari live usb
4. Bila batere dipasang, akan ada peringatan bahwa batere rusak. Ini hanya karena drivernya belum ada.
5. Silakan coba-coba fitur dari Ubuntu, selanjutnya kita coba untuk melakukan instalasi Ubuntu ke dalam EEEPC, yang dibutuhkan adalah 2.5GB ruang kosong di SSD.
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | 4 Comments »
Wednesday, April 16th, 2008
Pertamanya dapet tutorial dari blog http://dheche.songolimo.net/wp/index.php/2007/09/17/mengontrol-fedora-7-memakai-p990i/ dan http://devel.reinikainen.net/content/view/48/40/
Kita gunakan LinuxMint 4.0 yang berbasis Ubuntu, sehingga kita coba sesuaikan tulisannya untuk Ubuntu dan turunannya. Btw, semua perintah diketikkan dalam Terminal.
Kebutuhan Awal:
1. Dongle Bluetooth (gak mungkin gak pake ini kan
2. Ponsel yang mendukung javame library untuk bluetooth (JSR-82), disini kita pakai Sony Ericsson P990i, kebetulan AnyRemote bekerja juga dalam mode Flip Close
3. Software bluetooth (Untuk LinuxMint kebetulan sudah lengkap dan sudah newest version yaitu bluez), kalo belum ada atau gak pasti, bisa download software bluez:
|
sudo apt-get install bluez-pin bluez-utils |
4. Software AnyRemote, karena dalam repository debian belum ada, maka men-download file yang berekstensi *.deb (http://anyremote.sourceforge.net/), dan sewaktu tutorial ini ditulis, versi yang terbaru adalah versi 4.4-2.
a. anyremote_4.4-2_i386.deb (software - WAJIB)
b. anyremote-data_4.4-2_i386.deb (file Konfigurasi - WAJIB)
c. anyremote-doc_4.4-2_i386.deb (dokumentasi - OPTIONAL)
d. AnyRemote Java Client (kita pakai yang anyRemote64.jar untuk diinstall di ponsel - WAJIB)
Langkah Mendeteksi Bluetooth Ponsel:
1. Memastikan bahwa fitur bluetooth sudah terinstal dan berjalan baik
|
sudo /etc/init.d/bluetooth start |
2. Memastikan bahwa dongle bluetooth sudah menyala (Hasilnya harus UP - Lewati langkah 3 bila hasilnya UP)
3. Bila ternyata hasilnya DOWN
4. Pastikan bluetooth dalam ponsel sudah menyala dan berada dalam mode Discoverable (P990i: Visible to other devices)
5. Cek apakah ponsel bisa dideteksi oleh Linux
Langkah Koneksi Komputer:
1. Asumsi
a. AnyRemote sudah diinstall di Linux
b. Ponsel sudah bisa dideteksi oleh hcitool scan
c. AnyRemote sudah diinstall di Ponsel (anyRemote64.jar)
2. Yang akan dikendalikan adalah OpenOffice Impress yang sudah terinstall dengan manis di LinuxMint
3. Jalankan AnyRemote dalam Linux
|
anyremote -f /usr/share/anyremote/cfg-data/Server-mode/ooimpress.cfg |
Langkah Koneksi Ponsel:
1. Jalankan AnyRemote dalam ponsel
2. Cari bluetooth yang lagi menyala (pake fitur search yang dimiliki oleh anyRemote64.jar)
3. Kalo ketemu bluetooth yang diinginkan langsung Connect
4. Eksekusi OpenOffice Impress, pilih sebuah file presentasi dan jalankan SlideShow (bisa juga menjalankan langsung lewat ponsel)
5. Langsung deh geser kiri, kanan, awal, akhir menggunakan AnyRemote
Lumayan, dengan menggunakan software AnyRemote ini, gak jadi beli alat presentasi khusus
Technorati : java, javame, linux, tools, tutorial, xandros
Del.icio.us : java, javame, linux, tools, tutorial, xandros
Posted in java, linux, myself | 2 Comments »
Sunday, April 13th, 2008
AnyRemote (http://anyremote.sourceforge.net/) adalah sebuah software remote control untuk Linux melalui koneksi Bluetooth, Infra Merah, Wireless LAN (WiFi) atau TCP/IP.
Koneksi dilakukan dengan menggunakan:
1. Ponsel yang sudah terinstall AnyRemote java client
2. Linux yang sudah mendukung driver Bluetooth, Wireless atau Infra Merah dan sudah terinstall AnyRemote
AnyRemote berfungsi sebagai layer komunikasi antara Ponsel dan Linux, dan secara prinsip dapat dikonfigurasi untuk mengendalikan semua software yang ada di Linux.
Aku sudah mencoba AnyRemote ini di LinuxMint yang berbasis Ubuntu, ponsel P990i dan berhasil mengendalikan OpenOffice Impress dan Exaile Media Player.
AnyRemote dapat digunakan melalui Terminal Console, KDE atau GNOME, tapi aku lebih suka mengaturnya melalui Terminal Console, lebih fleksibel sih dan lebih sedikit software dependensinya (Dependency Hell :p).
AnyRemote mendukung koneksi melalui
1. Bluetooth menggunakan java client dengan ponsel yang mendukung pustaka JSR-82
2. Wireless LAN (WiFi) menggunakan java client dengan ponsel yang mendukung WiFi
3. Infra Merah, btw, sepertinya ini mah sudah obsolete, masa mengendalikan komputer cuma sejauh 10cm, pake mouse aja ;p
4. TCP/IP, kalo PC dan ponsel terkoneksi melalui internet juga dengan menggunakan java client
5. Bluetooth, Infra Merah atau Kabel Data menggunakan AT-Commands, dengan menggunakan cara ini ponsel yang akan dikendalikan oleh AnyRemote
6. Web, dengan menambah satu software lagi di sisi Linux (anyremote2http), kalo yang ini mengendalikan Linux-nya menggunakan Web Browser yang ada di ponsel.
AnyRemote dapat berfungsi dengan semua ponsel ber-bluetooth, tapi yang pasti berfungsi untuk:
- Sony Ericsson
- Nokia Series40 dan Series60
- Motorola
- Benq Siemens
Technorati : java, javame, linux, tools, tutorial, xandros
Del.icio.us : java, javame, linux, tools, tutorial, xandros
Posted in java, linux | No Comments »
Monday, April 7th, 2008
Sekarang lagi nyoba beberapa lightweight linux distro yang ada di DVD majalah InfoLinux, cuma pengen nyobain mana saja sih distro yang enakkeun untuk dipake di laptop dan di pc. Untungnya hampir semuanya berupa live cd (bisa langsung lewat cd/dvd tanpa harus diinstall). Tapi biar afdol, setelah masuk ke window-nya langsung diinstall biar tau apa aja sih yang kurang atau lebihnya, menurutku lho. Mungkin tidak berlaku untuk orang lain.
1. gOS ( http://www.thinkgos.com/ )
Distro turunan Ubuntu yang memiliki dasar warna hijau memakai X-Window Enlightenment yang jadinya lebih ringan dibandingin pake KDE atau Gnome, menekankan pada software Web 2.0, sehingga hampir semua software yang dimiliki oleh gOS hanya bisa dijalankan di Web Browser saja, sedikit sekali software yang terinstall di distro ini. Mungkin gOS singkatan dari Google OS. Orang yang pake jadi harus punya internet berkecepatan tinggi, reliabel, unlimited dan murah.
2. CentOS ( http://www.centos.org/ )
Ternyata bukan live cd, tapi langsung instalasi. Sewaktu instalasi melihat sesuatu yang familiar, front end install-nya hampir sama dengan front end instalasi jaman dulu. Ternyata pas diliat dia berbasis Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Pantes berat, ternyata dia dibuat untuk membuat server bukan untuk desktop.
3. OpenGEU ( http://opengeu.intilinux.com/Home.html )
Satu lagi distro turunan Ubuntu yang memiliki theme menarik (sunlight dan moonlight), menggunakan X-Window Enlightenment, efek-efek window-nya juga bagus dan indah. Lumayan lengkap persediaan software desktopnya. Efeknya bagus, tapi ada bug yang mengganggu sewaktu dijalankan di PC-ku, dia tidak mau turun ke resolusi 1024×768, dia pengennya di resolusi 1280×768. Kalo di laptop sih bisa. (Ini distro yang sekarang aku paling suka)
4. Zenwalk ( http://www.zenwalk.org )
Kalo ini distronya gak terlalu jelas, bingung makenya. Sepertinya sih lengkap tapi makenya kurang user friendly. Aku sih gak suka distro ini.
5. SAM Linux ( http://www.sam-linux.org/ )
Sepertinya kalo dari bentuknya sih turunan dari Ubuntu atau malah turunan dari Debiannya langsung tapi katanya turunan dari PCLinuxOS, X-Window-nya make XFCE. Maskotnya berlogo tikus, cuma kurangnya adalah kalo nge-burn harus menggunakan account root, tidak bisa pake account biasa, terlalu repot. Loh kok masih pake GAIM, belum pake Pidgin?
6. LinuxMint ( http://linuxmint.com )
Tambah satu lagi turunan Ubuntu, tapi dengan software yang sudah diutak-atik sendiri oleh vendor dari distro ini, jadinya beberapa software di sini sudah khas milik LinuxMint. Yang disini memiliki X-Window XFCE, tampilannya sangat kaku dan serius, tapi memiliki fitur penggunaan yang lumayan enak.
7. FluxBuntu ( http://fluxbuntu.org/ )
Masih juga turunan Ubuntu kalo diliat dari namanya, X-Window-nya pasti Flux sayangnya dia bukan berupa live cd tapi installer. Ukurannya lumayan kecil cuma 400MB-an. Tapi ternyata keburukannya adalah LiveCD-nya gak kedetek oleh Boot di PC tapi kedetek di laptop, jadinya mau berapa kali di-restart komputernya tetep masuk ke OS.
8. Slax
Terakhir adalah live cd yang merupakan turunan dari Slackware, yaitu Slax. Memiliki X-Window KDE, tapi ukuran ISO-nya yang kecil sekitar 100MB-an. Theme-nya enak diliat, sangat cerah tapi karena banyakan orang pake Ubuntu dan/atau turunannya maka masih lebih prefer yang turunan Ubuntu.
PEMENANGNYA: OpenGEU untuk di laptop dan LinuxMint untuk di PC.
Technorati : linux, tools, tutorial, xandros
Del.icio.us : linux, tools, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | No Comments »
Sunday, March 30th, 2008

‘Pinky Warrior’, sebutan untuk Asus EEE-ku yang berwarna merah muda. Kenapa merah muda, karena permintaan istri yang pengen warna itu.
Udah hampir sebulan dua bulan memiliki notebook ini, setelah berjuang antri selama 4.5jam mulai jam 09.00 - 12.30 pada tanggal 9 Februari 2008 di BE Mall Bandung waktu launching. Dapet antrian orang ke-15, yang pertama dateng konon katanya dateng jam 7 pagi. Beli yang 4G Surf dengan harga Rp. 3.550.000

Sampai saat ini puas pakenya, sampe sekarang cuma ditambahin 1GB SD Card Merk Spectra, dimana semua software diinstall di sana. Btw, aku masih pake sistem operasi defaultnya Xandros, dengan beberapa customisasi di fitur yang dapet tutorialnya dari http://forum.eeeuser.com/ dan http://wiki.eeeuser.com/. Lagi mikir untuk beli SD Card yang 4GB, lumayan dah murah sekitar 200rb-an.
Speakernya lumayan, bisa dipake untuk ngedengerin rock, pop, dangdut dan sundaan pake software Amarok yang bisa koneksi dgn last.fm (http://www.last.fm/user/irfantea/).
Sekarang, kenapa namanya ‘Pinky Warrior’, karena si pinky ini sudah diinstall beberapa software development yang tadinya gak ada di dalemnya seperti
1. Eclipse for Java SE
2. HSQLDB
3. Apache Tomcat
4. Free Pascal
5. TCC (Tiny C Compiler) karena kalo GCC kegedean
6. Scilab untuk ngegantiin Matlab
7. Lagi mikir untuk nginstal juga Firebird, ternyata dapetnya yang paling bagus adalah Apache Derby

Makanya aku gak suka kalo ada yang melecehkan notebook ini, karena terbukti beberapa program yang aku develop berkembang di notebook ini tanpa terkecuali, juga dah terbukti bisa dipake di Hotspot BSM dan BIP, dan dipake waktu ngajar programming.
Notebook ini juga yang membuat orang jadi kreatif, karena storage-nya yang kecil maka harus nginstall program-program yang tidak berukuran besar, makanya nyari software-software yang disebutkan diatas, hampir semuanya adalah software yang bisa dianggap alternatif dan berukuran dibawah 10MB kecuali Eclipse EclipseEE yang 70 120MB dan Free Pascal yang 30MB.
I love my ‘Pinky Warrior’, malah sekarang beberapa vendor notebook ikut-ikutan bikin versi miniatur karena yang ini meledak di pasaran, konon notebook ini sekarang lagi jalan di 4.3jt-an.
Technorati : asus, eee, pinky, xandros
Del.icio.us : asus, eee, pinky, xandros
Posted in linux, myself | 5 Comments »