[Linux] Setting PATH Untuk Kompilasi File JAVA
Linux dan Windows menggunakan cara yang berbeda untuk menyetting PATH. Walau secara konsep sama, tetapi perintah yang digunakan berbeda. Untuk Linux sendiri bila kita memiliki beberapa Command Prompt Shell, maka setiap Shell akan memiliki caranya sendiri untuk menyetting PATH.
Karena yang digunakan LinuxMint dan menggunakan Shell BASH (Bourne Again Shell), maka perintah yang digunakan menyesuaikan.
Asumsi bahwa Java dalam Linux diinstall di alamat ini
/usr/local/jdk1.6.0 |
Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Cara Non Permanen
Kalo menggunakan cara non permanen, setiap kita nutup window console maka perintah harus diketik lagi. Perintahnya adalah:
export PATH=$PATH:/usr/local/jdk1.6.0/bin |
2. Cara Permanen
Kalo menggunakan cara permanen maka perintah akan tersimpan dalam file konfigurasi BASH jadi gak perlu diketik ulang.
Misalnya alamat home folder berada di /home/irfan
Maka perintah yang digunakan adalah:
cd /home/irfan nano .bashrc |
Kemudian tambah lagi satu baris perintah seperti ini:
PATH=$PATH:/usr/local/jdk1.6.0/bin |
Kalo sudah beres, langsung di save dan coba restart BASH-nya, kalo blon berhasil coba restart Linux-nya.
[Java] Membuat File JAR
File JAR dalam Java digunakan sebagai file koleksi library (pustaka) dan/atau sebagai file eksekusi aplikasi. Untuk membuat File JAR dibutuhkan JDK dan perintah jar sudah berada dalam PATH Sistem Operasi yang digunakan.
Bila File JAR digunakan sebagai file koleksi pustaka yang isinya tidak bisa dieksekusi maka perintah untuk membuatnya adalah seperti ini:
jar cvf NamaJar.jar Nama1.class Nama2.class Nama3.class |
atau
jar cvf NamaJar.jar . |
Perhatikan tanda baca titik, tanda baca ini memerintahkan kepada perintah jar untuk menginput semua file dan folder dalam FOLDER INI secara rekursif ke dalam NamaJar.jar
Bila File JAR digunakan sebagai file eksekusi, maka yang pertama harus dibuat adalah File Manifest. File Manifest digunakan untuk memberitahukan Java mana file yang harus dieksekusi. Biasanya file yang harus dieksekusi memiliki perintah:
public class Nama1 { public static void main(String[] args) { } } |
Membuat File Manifest:
Manifest-Version: 1.0 Created-By: Irfan Ardiansah Main-Class: Nama1 |
Berikan sebuah baris kosong setelah perintah Main-Class, karena perintah jar akan selalu mengabaikan baris terakhir. Simpan dengan nama misalnya manifest.txt Kemudian kita buat File JAR:
jar cvfm NamaJarEksekusi.jar manifest.txt Nama1.class Nama2.class Nama3.class |
atau
jar cvfm NamaJarEksekusi.jar manifest.txt . |
Untuk menjalankan file eksekusi ini gunakan perintah
java -jar NamaJarEksekusi.jar |
Posted by irfan_ardiansah Date: Friday, June 13, 2008
Categories: java, linux, myself, windows
Tags: java, javase, tools, tutorial
[Wordpress] Show Visitor IP Address Plugin
Here we have the Wordpress Show Visitor IP Address Plugin which really just show every visitor IP Address. It is shown on single post only or as widget (new).
This plugin only show visitor IP Address, every visitor will have his/her unique IP Address showed, it’s linked to http://whois.domaintools.com to check from where that IP Address come from and what ISP has them.
The install is pretty simple, just download the recent version from wordpress.org, unzip the content and place them (gd-user-ip show-visitor-ip-address folder) inside your wp-content/plugins directory. Then activated from Wordpress Plugin Admin area. It will work out of the box.
You can also use Settings tab to configure this plugins using “Show Visitor IP Address” Sub-Options tab. If another explanation is needed, please read readme.txt file.
This plugin already tested on Wordpress 2.3.3 and Wordpress 2.5.1 without trouble.
If you want to see a working demo of this plugin, scroll to the bottom of this article, you will see your IP Address and its link.
Lastly, if you like this plugin, feel free to link back and let me know if anything come up error.
Yay, Version 0.2 is now Widget Ready.
Download:
show-visitor-ip-address.0.2.zip v0.2 (June 16, 2008)
Situs Untuk Menyederhanakan Link – http://oerl.co.cc
Baru aja iseng buat sebuah situs yang bernama http://oerl.co.cc/ menggunakan PHP dan MySQL. Situs ini berfungsi untuk menyederhanakan alamat situs yang panjang supaya lebih mudah diingat atau ditampilkan.
Misalnya link:
http://gadjah.net/2008/04/16/linux-mengendalikan-linux-menggunakan-sony-ericsson-p990i-dan-anyremote-melalui-bluetooth-studi-kasus-openoffice-impress/ |
Panjang banget kan, kalo dengan situs ini bisa kita persingkat menjadi: http://oerl.co.cc/IRKUS, coba aja diklik, pasti di-redirect ke halaman diatas. Dipersingkat karena kalo kita ngirim link via email, messenger dan linknya panjang biasanya terpotong, sedangkan kalo pendek kan gak mungkin terpotong.
Kenapa buat-buat yang seperti itu kan udah ada, alasannya sama kayak orang laen. Kalo mau pinter harus tetep belajar
, kalo gak punya ide mo bikin apa, tiru aja yang udah ada. Toh gak ada yang ngelarang. Cuma mungkin yang kita buat belum sesempurna yang sudah ada.
Ayo, ayo pada berkunjung ke http://oerl.co.cc/, buatan Indonesia asli dan gratis. Tes ya, kalo ada bug tolong kasih tau ya.
Posted by irfan_ardiansah Date: Monday, June 9, 2008
Categories: myself
Tags: apache, iseng, mysql, pemrograman, php, tools
[Linux] Konfigurasi Virtual Hosts Apache Di XAMPP
Virtual Hosts digunakan untuk membuat sebuah IP Address memiliki banyak Domain Name, trik ini banyak digunakan pada Web Hosting komersil supaya mereka tidak kehabisan IP Address. Misalkan dalam Web Hosting yang digunakan blog ini yaitu, qwords.com, pastinya IP Address yang sama dengan domain ini memiliki domain-domain lain.
Yang akan kita lakukan adalah membuat IP Address 127.0.0.1 memiliki dua buah domain yaitu:
http://localhost dan http://wordpress
Caranya setting Virtual Hosts seperti ini:
I. Setting Host File
cd /etc sudo nano hosts |
Tambahkan lagi satu baris perintah (Pastikan bahwa localhost tidak tertimpa)
127.0.0.1 wordpress |
Berarti nanti alamat yang kita akses adalah http://wordpress
Ctrl-O untuk Save Ctrl-X untuk Exit |
II. Konfigurasi Apache
Asumsi bahwa XAMPP For Linux diekstrak ke direktori /opt
cd /opt/lampp/etc sudo nano httpd.conf |
Kemudian cari perintah:
# Virtual hosts #Include etc/extra/httpd-vhosts.conf |
Ubah menjadi:
# Virtual hosts Include etc/extra/httpd-vhosts.conf |
III. Konfigurasi Virtual Hosts
Misalkan direktori wordpress berada di /home/irfan/wordpress, bila diketikkan http://wordpress dalam browser maka situs yang dibuka akan diakses dari direktori /home/irfan/wordpress
cd /opt/lampp/etc/extra |
Scroll teks sampai paling bawah, kemudian tambahkan perintah berikut ini:
<VirtualHost *:80> ServerName localhost DocumentRoot /opt/lampp/htdocs <Directory /> Options FollowSymLinks AllowOverride All </Directory> <Directory /opt/lampp/htdocs> Options Indexes FollowSymLinks AllowOverride All Order allow,deny Allow from all </Directory> </VirtualHost> <VirtualHost *:80> ServerName wordpress DocumentRoot /home/irfan/wordpress <Directory /> Options FollowSymLinks AllowOverride All </Directory> <Directory /home/irfan/wordpress> Options Indexes FollowSymLinks AllowOverride All Order allow,deny Allow from all </Directory> </VirtualHost> |
Setelah beres kemudian langsung di Save.
IV. Jalankan Apache
cd /opt/lampp sudo ./lampp start |
V. Sekarang localhost dan wordpress memiliki website masing-masing di:
Silakan coba di dalam browser. Cara yang sama bisa dilakukan untuk membuat sebuah IP Address memiliki lebih dari dua domain name. Coba saja buat tiga atau empat domain dalam IP Address 127.0.0.1
Posted by irfan_ardiansah Date: Monday, June 2, 2008
Categories: linux
Tags: apache, linux, mysql, php, tools, tutorial
[Tips] Menampilkan Lebih Banyak Recommended Add-Ons Pada Firefox 3
Firefox 3 Add-Ons Manager memiliki beberapa fitur baru terutama fitur “Recommended Add-Ons”. Dengan menampilkan windows Add-Ons otomatis firefox akan menampilkan daftar 5 Add-Ons yang direkomendasikan. Link yang ditampilkan akan berubah-ubah
Bila kita ingin menampilkan lebih dari 5 add-ons, konfigurasinya dapat dilakukan langsung melalui firefox:
1. Dalam Address Bar Ketik:
about:config |
2. Kalo ada peringatan-peringatan jawab setuju saja.
3. Dalam Filter Field isi:
extensions.getAddons.maxResults |
4. Ubah angkanya dari angka 5 menjadi angka lain, lebih tinggi atau lebih rendah.
Tapi Firefox 3 tidak akan mengembalikan hasil lebih dari 8 add-ons. Dimasukkan angka berapapun di atas 8, hanya akan menghasilkan 8 saja.
Posted by irfan_ardiansah Date: Friday, May 30, 2008
Categories: linux, myself, windows
Tags: firefox, tools, tutorial
[Linux] Parameter dan File Konfigurasi Yang Dimiliki XAMPP
XAMPP Dalam Linux memiliki beberapa parameter yang digunakan untuk menjalankan dan menghentikan kerja seluruh server yang ada dalam XAMPP.
| Parameter | Deskripsi |
| start | Menjalankan XAMPP |
| stop | Menghentikan XAMPP |
| restart | Menghentikan kemudian Menjalankan kembali XAMPP |
| startapache | Hanya menjalankan Apache Server |
| startssl | Menjalankan Apache dalam mode Secure Socket Layer |
| startmysql | Hanya menjalankan MySQL Server |
| startftp | Hanya menjalankan ProFTPD Server |
| stopapache | Hanya menghentikan Apache Server |
| stopssl | Menghentikan Apache dalam mode Secure Socket Layer |
| stopmysql | Hanya menghentikan MySQL Server |
| stopftp | Hanya menghentikan ProFTPD Server |
| reload | Me-load ulang XAMPP |
| reloadapache | Hanya Me-load ulang Apache Server |
| reloadmysql | Hanya Me-load ulang MySQL Server |
| reloadftp | Hanya Me-load ulang ProFTPD Server |
| php5 | Aktifkan PHP5 dan Non Aktifkan PHP4 |
| php4 | Aktifkan PHP4 dan Non Aktifkan PHP5 |
| phpstatus | Mengecek Versi PHP yang aktif |
| backup | Melakukan backup pada file konfigurasi XAMPP, log dan data |
| panel | Menjalankan XAMPP Control Panel berbasis GUI |
| security | Menjalankan perintah untuk mengecek Security XAMPP |
Contoh Penggunaan:
/opt/lampp/lampp start |
Posisi Folder dan File Penting Dalam XAMPP:
| Folder/File | Deskripsi |
| /opt/lampp/bin | Folder File Eksekusi XAMPP |
| /opt/lampp/htdocs | Folder File WebSite |
| /opt/lampp/etc/httpd.conf | File Konfigurasi Apache |
| /opt/lampp/etc/my.cnf | File Konfigurasi MySQL |
| /opt/lampp/etc/php.ini | File Konfigurasi PHP |
| /opt/lampp/etc/proftpd.conf | File Konfigurasi ProFTPD |
Kenapa XAMPP digunakan? Karena untuk fungsi pengembangan XAMPP sudah sangat mewah, mendukung seluruh aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan untuk pengembangan Web.
Posted by irfan_ardiansah Date: Monday, May 26, 2008
Categories: linux
Tags: apache, linux, mysql, pemrograman, php, tools, tutorial
[Linux] Instalasi dan Penggunaan XAMPP For Linux
XAMPP adalah sebuah software web server apache yang didalamnya sudah tersedia database server mysql dan support php programming. XAMPP merupakan software yang mudah digunakan, gratis (pasti) dan mendukung instalasi di Linux dan Windows. Keuntungan lain adalah cuma nginstal sekali dapat Apache Web Server, MySQL Database Server, PHP Support (PHP4 dan PHP5) dan beberapa module.
Hanya bedanya kalo yang Windows sudah dalam bentuk instalasi grafis dan yang Linux dalam bentuk file terkompresi tar.gz. Sentuhan lain yang berbeda adalah Windows memiliki fitur menyalakan server secara grafis, sedangkan Linux masih berupa perintah dalam console. Karena yang Linux rada sulit, maka versi ini saja yang akan dibahas.
Dulu, XAMPP untuk Linux dinamakan LAMPP, sekarang namanya hanya XAMPP FOR LINUX.
Perintah yang dibahas disini menggunakan LinuxMint, jadi seharusnya berlaku untuk semua Ubuntu dan turunannya, dan dengan asumsi bahwa XAMPP sudah didonlot
, saya pake yang versi 1.6.6, sesuaikan versinya ya.
Instalasi:
1. Akses Linux Shell (Console)
2. Ekstraksi akan dilakukan ke folder /opt, karena folder /opt milik root maka harus memiliki account su
sudo tar xvfz xampp-linux-1.6.6.tar.gz -C /opt |
3. XAMPP sudah terinstall dalam folder /opt/lampp
Penggunaan:
1. Untuk menjalankan XAMPP tinggal menggunakan perintah ini dalam Shell
/opt/lampp/lampp start |
Bila terjadi error otorisasi login, gunakan su
sudo /opt/lampp/lampp start |
2. Bila perintah dieksekusi dan berhasil, maka akan muncul teks:
Starting XAMPP 1.6.6... LAMPP: Starting Apache... LAMPP: Starting MySQL... LAMPP started. |
Berarti Apache dan MySQL sudah berjalan di background.
Pengujian:
1. Buka Web Browser
2. Ketikkan http://localhost dalam Web Browser
3. Bila masuk ke dalam Web XAMPP berarti semua langkah telah berhasil dilakukan.
Pengamanan (Optional):
Secara default, ada beberapa faktor keamanan yang harus dikonfigurasi. Faktor keamanan yang masih harus dikonfigurasi adalah:
1. MySQL Administrator (root) tidak memiliki password.
2. MySQL Daemon dapat diakses dari jaringan
3. ProFTPD menggunakan password “lampp” untuk user “nobody”
4. PHPMyAdmin dapat diakses dari jaringan
5. Semua contoh dapat diakses dari jaringan
6. MySQL dan Apache bekerja dalam konfigurasi user yang sama (nobody)
Untuk memperbaiki beberapa faktor keamanan dapat digunakan perintah ini:
/opt/lampp/lampp security |
Posted by irfan_ardiansah Date: Wednesday, May 21, 2008
Categories: linux
Tags: apache, linux, mysql, pemrograman, php, tools, tutorial
[Java] Melakukan Kompilasi dan Eksekusi Program JAVA
Untuk melakukan kompilasi dan eksekusi file Java, yang pertama kali harus dilakukan adalah menyetting Crimson Editor bila kita menggunakannya atau menyetting PATH dan ClassPATH bila kita menggunakan Command Prompt atau Console yang semuanya telah dibahas dalam tutorial sebelumnya.
Bila menggunakan software Crimson Editor untuk mengetikkan program Java, maka hanya tinggal menggunakan Hot Key-nya untuk melakukan kompilasi dan eksekusi file Java. Pada tutorial sebelumnya kita sudah menggunakan F7 untuk kompilasi dan F5 untuk eksekusi. Setelah kita mengetikkan program dan melakukan kompilasi dengan F7, Crimson Editor harus memiliki tampilan seperti ini:

Kalau Crimson Editor tidak menampilkan teks apapun, coba cek ke setting Kompilasi Java, pastikan kalau Capture Output sudah diceklist. Tapi kalau ternyata tampilannya muncul tapi tidak seperti gambar maka kemungkinan ada salah tulis/ketik pada kode program, coba cek apakah penulisannya sudah sama (huruf, tanda titik-koma, tanda kurung).
Kalau tampilannya sudah sama, maka langsung coba eksekusi dengan F5, tampilannya adalah:

Untuk yang menggunakan Command Prompt atau Console, tolong dipastikan lagi kalau PATH dan ClassPATH sudah disetting, kalau belum maka program tidak akan jalan.
Caranya adalah langsung saja mengetikkan perintah di bawah ini di dalam folder tempat kita menyimpan kode program, misalkan kalau Hello.java disimpan di drive C, maka disinilah kita mengetikkan perintah kompilasi dan eksekusi. Cara ini juga berlaku dalam Linux.
Kompilasi: javac Hello.java |
Hasilnya akan kelihatan seperti ini:

Bila tidak terjadi kesalahan dalam PATH, ClassPATH atau penulisan kode program, maka kompilasi tidak akan menampilkan pesan apapun (berarti kompilasi berhasil dan program tinggal dieksekusi)
Eksekusi:
java Hello |
Hasilnya adalah:

Posted by irfan_ardiansah Date: Thursday, May 15, 2008
Categories: java
Tags: java, javase, tools, tutorial
[Linux] Struktur Mount Points Dalam Sistem Partisi Linux
Struktur Mount Points dalam Sistem Partisi Linux dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. /boot
Berisi Boot Loader dan Boot Menu. Untuk dibaca pada saat boot, karena saat penting maka harus dijadikan partisi Linux yang paling awal.
2. /
Memiliki seluruh sistem file yang ada di Linux, memiliki beberapa lokasi penting seperti /etc, sbin, /lib yang tidak dapat terpisah dalam partisi lain. Beberapa lokasi akan sering ditulisi (misalnya /tmp) tetapi kebanyakan hanya akan dibaca. Urutannya berada pada urutan kedua setelah partisi /boot.
3. /usr
Memiliki seluruh file eksekusi binary dan antarmuka grafik X11 dan pustaka-pustaka yang dimiliki oleh aplikasi. Akan ditulisi pada saat instalasi aplikasi atau melakukan kompilasi kernel. Selebihnya hanya akan dibaca, karena fungsinya mempengaruhi proses boot dan sistem secara keseluruhan maka harus partisinya harus berada pada sebelum atau sesudah partisi “/”
4. /opt
Beberapa distro memiliki lokasi ini untuk aplikasi-aplikasi opsional yang kurang penting (Dari pandangan sistem) . Akan sering ditulisi bila sering sekali menginstall atau menguninstall aplikasi.
5. /srv
Beberapa distro memiliki lokasi ini untuk menjalankan WWW dan/atau FTP Server. Beberapa admin memilih untuk membuat mount point ini sebagai tempat menjalankan Network Services. Akan sering ditulisi, apalagi bila menggunakan logging.
6. /var
Digunakan untuk data-data variabel. Biasanya logging untuk sistem disimpan di area ini. Sangat sering ditulisi.
7. /home
Tempat dimana user menyimpan data-data (personal atau kerjaan) dan konfigurasi dari aplikasi yang digunakan. Dibaca dan ditulis secara ekstensif.

