Tuesday, August 19th, 2008
Dapet infonya dari blog maseko, trus penasaran dan dicoba deh.
Pertamanya coba ke situsnya wikipedia yang nyediain dump dari seluruh artikel wikipedia dan pilih folder latest, kemudian ambil yang enwiki-latest-pages-articles.xml.bz2 (Update terakhir 27 Juli 2008), besarnya 3.9GB, cobain donlot dan beres dalam waktu 14 Jam saja
Trus donlot software WikiTaxi untuk import dan ngebaca file Wikipedia.
Cara untuk menggunakannya seperti ini:
1. Ekstrak WikiTaxi, nanti ada dua file, WikiTaxi.exe dan WikiTaxi_Importer.exe
2. Karena file Wikipedia yang kita donlot blon dikenali oleh WikiTaxi, maka harus diimport dulu pake WikiTaxi_Importer.exe
3. Waktu tempuh untuk import di komputerku adalah 1 Jam 45 Menit
4. Setelah beres import, didapet hasil importnya 7.3GB dengan ekstensi taxi, jadi gak disaranin untuk yang punya harddisk pas-pasan
5. Jalanin WikiTaxi.exe trus pilih file wiki hasil import tadi
6. Udah deh kita punya Wikipedia versi offline
Sekarang lagi nyari cara supaya bisa jadi versi web-nya nih. Taro di kantor trus yang mau ngakses Wikipedia, pake aja yang offline jadi gak terlalu ngabisin bandwith.
Cara menggunakannya dengan lebih jelas dan pake gambar-gambar juga bisa diliat di situsnya WikiTaxi kok.
Technorati : tools, tutorial
Del.icio.us : tools, tutorial
Posted in myself, plugin, windows | 2 Comments »
Monday, June 30th, 2008
Nano adalah sebuah editor teks yang sudah terintegrasi dalam linux bersama VI dan Emacs. Ketiga software ini biasanya digunakan dalam shell linux.
Fitur yang kurang dari nano ini misalnya adalah indentasi otomatis, no wrap, backup file dan terutama untuk programmer adalah syntax color highlight.
Fitur-fitur tersebut bisa diaktifkan, tapi harus buat dulu satu file bernama “.nanorc” di folder home milik kita.
Disini saya buatnya pake nano, jadi konfigurasi nano menggunakan nano
Folder home yang saya gunakan adalah: “/home/irfan”, silakan sesuaikan dengan home folder masing-masing.
Langkahnya:
1. Dengan menggunakan console bawaan linux
2. Buat file baru dengan nama .nanorc
3. Tuliskan perintah-perintah di bawah ini di file .nanorc untuk mengaktifkan fiturnya.
a. Mengaktifkan Indentasi Otomatis
b. Mengaktifkan Backup File
c. Menonaktifkan Text Wrap
d. Mengaktifkan History Nano
e. Mengaktifkan Smooth Scrolling
f. Jarak indentasi, harus lebih besar dari 0
Contoh dari file .nanorc yang saya punya
|
# Use auto-indentation
set autoindent
# Backup files to filename~
set backup
# Use cut to end of line with ^K by default
set cut
# Enable ~/.nano_history for saving and reading search/replace strings.
# set historylog
# Do not convert files from DOS/Mac format
set noconvert
# Do not follow symlinks when writing files
# set nofollow
# Do not display the help lists at the bottom of the screen
# set nohelp
# Do not wrap text at all
set nowrap
# Use smooth scrolling as the default
set smooth
# Allow nano to be suspended with ^Z
# set suspend
# Use this tab size instead of the default; it must be greater than 0
# set tabsize 8
# Save automatically on exit, do not prompt
# set tempfile |
Yang berada dalam tanda pagar (#) berarti tidak akan dieksekusi karena dianggap komentar.
Dengan bantuan dari: linuxhowto
Technorati : pemrograman, tools, tutorial
Del.icio.us : pemrograman, tools, tutorial
Posted in linux | 2 Comments »
Friday, June 27th, 2008
Untuk yang suka nginstall sistem operasi menggunakan VMWare, ternyata ada juga alternatif software versi yang gratisnya yaitu VirtualBox. Sama seperti VMWare, software ini juga mengemulasi sistem operasi diatas sistem operasi lain.
Software ini dapat diinstall di windows, linux, macintosh dan solaris. Dan software ini dapat menjalankan banyak sistem operasi termasuk windows, dos, linux dan openbsd.
VirtualBox diluncurkan dalam dua versi
- Close Source Edition, tetap digratiskan tapi tidak tersedia dalam bentuk source code
- Open Source Edition, gratis dan tersedia source code-nya
Perbedaannya adalah versi Close Source memiliki fitur lebih banyak dibandingkan yang Open Source, diantaranya:
- Remote Display Protocol (RDP) Server
- USB Support
- USB over RDP
- iSCSI Support
- Serial ATA (SATA) Controller
Kelima fitur ini tidak muncul di versi Open Source.
Silakan dicoba, nanti kalo saya sudah coba kita bikin tutorialnya.
Technorati : linux, tools, windows
Del.icio.us : linux, tools, windows
Posted in linux | 5 Comments »
Thursday, June 19th, 2008
Perintah untuk mendapatkan angka random dalam PHP menggunakan sebuah
fungsi yang bernama mt_rand(), mt_rand() merupakan sebuah fungsi yang sudah terintegrasi dengan PHP sehingga tidak perlu menginstall pustaka apapun, dengan contoh seperti ini:
1. Mendapatkan sebuah angka random:
|
<?php
$angka = mt_rand();
echo $angka;
?> |
2. Mendapatkan sebuah angka random berdasarkan range:
|
<?php
$angka = mt_rand(0, 99);
echo $angka;
?> |
Dengan memakai perintah diatas, maka angka random yang muncul
merupakan angka yang berada diantara 0 sampai 99 (0 <= angka <= 99)
3. Mendapatkan banyak angka random, misalnya 10 angka random
|
<?php
$banyakAngka = 10;
for ($i = 0; $i < $banyakAngka; $i++) {
$angka = mt_rand();
echo $angka;
echo '<br />';
}
?> |
4. Mendapatkan banyak angka random berdasarkan range, misalkan 10 angka random dan range-nya 1 sampai 50.
|
<?php
$banyakAngka = 10;
for ($i = 0; $i < $banyakAngka; $i++) {
$angka = mt_rand(1, 50);
echo $angka;
echo '<br />';
}
?> |
Posted in apache, php | 3 Comments »
Monday, June 16th, 2008
Linux dan Windows menggunakan cara yang berbeda untuk menyetting PATH. Walau secara konsep sama, tetapi perintah yang digunakan berbeda. Untuk Linux sendiri bila kita memiliki beberapa Command Prompt Shell, maka setiap Shell akan memiliki caranya sendiri untuk menyetting PATH.
Karena yang digunakan LinuxMint dan menggunakan Shell BASH (Bourne Again Shell), maka perintah yang digunakan menyesuaikan.
Asumsi bahwa Java dalam Linux diinstall di alamat ini
Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Cara Non Permanen
Kalo menggunakan cara non permanen, setiap kita nutup window console maka perintah harus diketik lagi. Perintahnya adalah:
|
export PATH=$PATH:/usr/local/jdk1.6.0/bin |
2. Cara Permanen
Kalo menggunakan cara permanen maka perintah akan tersimpan dalam file konfigurasi BASH jadi gak perlu diketik ulang.
Misalnya alamat home folder berada di /home/irfan
Maka perintah yang digunakan adalah:
|
cd /home/irfan
nano .bashrc |
Kemudian tambah lagi satu baris perintah seperti ini:
|
PATH=$PATH:/usr/local/jdk1.6.0/bin |
Kalo sudah beres, langsung di save dan coba restart BASH-nya, kalo blon berhasil coba restart Linux-nya.
Technorati : java, javase, linux, tools, tutorial
Del.icio.us : java, javase, linux, tools, tutorial
Posted in java, linux | No Comments »
Friday, June 13th, 2008
File JAR dalam Java digunakan sebagai file koleksi library (pustaka) dan/atau sebagai file eksekusi aplikasi. Untuk membuat File JAR dibutuhkan JDK dan perintah jar sudah berada dalam PATH Sistem Operasi yang digunakan.
Bila File JAR digunakan sebagai file koleksi pustaka yang isinya tidak bisa dieksekusi maka perintah untuk membuatnya adalah seperti ini:
|
jar cvf NamaJar.jar Nama1.class Nama2.class Nama3.class |
atau
Perhatikan tanda baca titik, tanda baca ini memerintahkan kepada perintah jar untuk menginput semua file dan folder dalam FOLDER INI secara rekursif ke dalam NamaJar.jar
Bila File JAR digunakan sebagai file eksekusi, maka yang pertama harus dibuat adalah File Manifest. File Manifest digunakan untuk memberitahukan Java mana file yang harus dieksekusi. Biasanya file yang harus dieksekusi memiliki perintah:
|
public class Nama1 {
public static void main(String[] args) {
}
} |
Membuat File Manifest:
|
Manifest-Version: 1.0
Created-By: Irfan Ardiansah
Main-Class: Nama1 |
Berikan sebuah baris kosong setelah perintah Main-Class, karena perintah jar akan selalu mengabaikan baris terakhir. Simpan dengan nama misalnya manifest.txt Kemudian kita buat File JAR:
|
jar cvfm NamaJarEksekusi.jar manifest.txt Nama1.class Nama2.class Nama3.class |
atau
|
jar cvfm NamaJarEksekusi.jar manifest.txt . |
Untuk menjalankan file eksekusi ini gunakan perintah
|
java -jar NamaJarEksekusi.jar |
Technorati : java, javase, tools, tutorial
Del.icio.us : java, javase, tools, tutorial
Posted in java, linux, myself, windows | No Comments »
Wednesday, June 11th, 2008
Here we have the Wordpress Show Visitor IP Address Plugin which really just show every visitor IP Address. It is shown on single post only or as widget (new).
This plugin only show visitor IP Address, every visitor will have his/her unique IP Address showed, it’s linked to http://whois.domaintools.com to check from where that IP Address come from and what ISP has them.
The install is pretty simple, just download the recent version from wordpress.org, unzip the content and place them (gd-user-ip show-visitor-ip-address folder) inside your wp-content/plugins directory. Then activated from Wordpress Plugin Admin area. It will work out of the box.
You can also use Settings tab to configure this plugins using “Show Visitor IP Address” Sub-Options tab. If another explanation is needed, please read readme.txt file.
This plugin already tested on Wordpress 2.3.3 and Wordpress 2.5.1 without trouble.
If you want to see a working demo of this plugin, scroll to the bottom of this article, you will see your IP Address and its link.
Lastly, if you like this plugin, feel free to link back and let me know if anything come up error.
Yay, Version 0.2 is now Widget Ready.
Download:
show-visitor-ip-address.0.2.zip v0.2 (June 16, 2008)

Technorati : plugin, tools, wordpress
Del.icio.us : plugin, tools, wordpress
Posted in myself, php, plugin, wordpress | 11 Comments »
Monday, June 9th, 2008
Baru aja iseng buat sebuah situs yang bernama http://oerl.co.cc/ menggunakan PHP dan MySQL. Situs ini berfungsi untuk menyederhanakan alamat situs yang panjang supaya lebih mudah diingat atau ditampilkan.
Misalnya link:
|
http://gadjah.net/2008/04/16/linux-mengendalikan-linux-menggunakan-sony-ericsson-p990i-dan-anyremote-melalui-bluetooth-studi-kasus-openoffice-impress/ |
Panjang banget kan, kalo dengan situs ini bisa kita persingkat menjadi: http://oerl.co.cc/IRKUS, coba aja diklik, pasti di-redirect ke halaman diatas. Dipersingkat karena kalo kita ngirim link via email, messenger dan linknya panjang biasanya terpotong, sedangkan kalo pendek kan gak mungkin terpotong.
Kenapa buat-buat yang seperti itu kan udah ada, alasannya sama kayak orang laen. Kalo mau pinter harus tetep belajar :D, kalo gak punya ide mo bikin apa, tiru aja yang udah ada. Toh gak ada yang ngelarang. Cuma mungkin yang kita buat belum sesempurna yang sudah ada.
Ayo, ayo pada berkunjung ke http://oerl.co.cc/, buatan Indonesia asli dan gratis. Tes ya, kalo ada bug tolong kasih tau ya.
Technorati : apache, iseng, mysql, pemrograman, php, tools
Del.icio.us : apache, iseng, mysql, pemrograman, php, tools
Posted in apache, myself, mysql, php | 3 Comments »
Monday, June 2nd, 2008
Virtual Hosts digunakan untuk membuat sebuah IP Address memiliki banyak Domain Name, trik ini banyak digunakan pada Web Hosting komersil supaya mereka tidak kehabisan IP Address. Misalkan dalam Web Hosting yang digunakan blog ini yaitu, qwords.com, pastinya IP Address yang sama dengan domain ini memiliki domain-domain lain.
Yang akan kita lakukan adalah membuat IP Address 127.0.0.1 memiliki dua buah domain yaitu:
http://localhost dan http://wordpress
Caranya setting Virtual Hosts seperti ini:
I. Setting Host File
Tambahkan lagi satu baris perintah (Pastikan bahwa localhost tidak tertimpa)
Berarti nanti alamat yang kita akses adalah http://wordpress
|
Ctrl-O untuk Save
Ctrl-X untuk Exit |
II. Konfigurasi Apache
Asumsi bahwa XAMPP For Linux diekstrak ke direktori /opt
|
cd /opt/lampp/etc
sudo nano httpd.conf |
Kemudian cari perintah:
|
# Virtual hosts
#Include etc/extra/httpd-vhosts.conf |
Ubah menjadi:
|
# Virtual hosts
Include etc/extra/httpd-vhosts.conf |
III. Konfigurasi Virtual Hosts
Misalkan direktori wordpress berada di /home/irfan/wordpress, bila diketikkan http://wordpress dalam browser maka situs yang dibuka akan diakses dari direktori /home/irfan/wordpress
Scroll teks sampai paling bawah, kemudian tambahkan perintah berikut ini:
|
<VirtualHost *:80>
ServerName localhost
DocumentRoot /opt/lampp/htdocs
<Directory />
Options FollowSymLinks
AllowOverride All
</Directory>
<Directory /opt/lampp/htdocs>
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride All
Order allow,deny
Allow from all
</Directory>
</VirtualHost>
<VirtualHost *:80>
ServerName wordpress
DocumentRoot /home/irfan/wordpress
<Directory />
Options FollowSymLinks
AllowOverride All
</Directory>
<Directory /home/irfan/wordpress>
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride All
Order allow,deny
Allow from all
</Directory>
</VirtualHost> |
Setelah beres kemudian langsung di Save.
IV. Jalankan Apache
|
cd /opt/lampp
sudo ./lampp start |
V. Sekarang localhost dan wordpress memiliki website masing-masing di:
a. http://localhost
b. http://localhost
Silakan coba di dalam browser. Cara yang sama bisa dilakukan untuk membuat sebuah IP Address memiliki lebih dari dua domain name. Coba saja buat tiga atau empat domain dalam IP Address 127.0.0.1
Technorati : apache, linux, mysql, php, tools, tutorial
Del.icio.us : apache, linux, mysql, php, tools, tutorial
Posted in apache, linux, mysql, php | No Comments »
Friday, May 30th, 2008
Firefox 3 Add-Ons Manager memiliki beberapa fitur baru terutama fitur “Recommended Add-Ons”. Dengan menampilkan windows Add-Ons otomatis firefox akan menampilkan daftar 5 Add-Ons yang direkomendasikan. Link yang ditampilkan akan berubah-ubah
Bila kita ingin menampilkan lebih dari 5 add-ons, konfigurasinya dapat dilakukan langsung melalui firefox:
1. Dalam Address Bar Ketik:
2. Kalo ada peringatan-peringatan jawab setuju saja.
3. Dalam Filter Field isi:
|
extensions.getAddons.maxResults |
4. Ubah angkanya dari angka 5 menjadi angka lain, lebih tinggi atau lebih rendah.
Tapi Firefox 3 tidak akan mengembalikan hasil lebih dari 8 add-ons. Dimasukkan angka berapapun di atas 8, hanya akan menghasilkan 8 saja.
Technorati : firefox, tools, tutorial
Del.icio.us : firefox, tools, tutorial
Posted in linux, myself, windows | 2 Comments »