Friday, June 27th, 2008
Untuk yang suka nginstall sistem operasi menggunakan VMWare, ternyata ada juga alternatif software versi yang gratisnya yaitu VirtualBox. Sama seperti VMWare, software ini juga mengemulasi sistem operasi diatas sistem operasi lain.
Software ini dapat diinstall di windows, linux, macintosh dan solaris. Dan software ini dapat menjalankan banyak sistem operasi termasuk windows, dos, linux dan openbsd.
VirtualBox diluncurkan dalam dua versi
- Close Source Edition, tetap digratiskan tapi tidak tersedia dalam bentuk source code
- Open Source Edition, gratis dan tersedia source code-nya
Perbedaannya adalah versi Close Source memiliki fitur lebih banyak dibandingkan yang Open Source, diantaranya:
- Remote Display Protocol (RDP) Server
- USB Support
- USB over RDP
- iSCSI Support
- Serial ATA (SATA) Controller
Kelima fitur ini tidak muncul di versi Open Source.
Silakan dicoba, nanti kalo saya sudah coba kita bikin tutorialnya.
Technorati : linux, tools, windows
Del.icio.us : linux, tools, windows
Posted in linux | 5 Comments »
Monday, June 16th, 2008
Linux dan Windows menggunakan cara yang berbeda untuk menyetting PATH. Walau secara konsep sama, tetapi perintah yang digunakan berbeda. Untuk Linux sendiri bila kita memiliki beberapa Command Prompt Shell, maka setiap Shell akan memiliki caranya sendiri untuk menyetting PATH.
Karena yang digunakan LinuxMint dan menggunakan Shell BASH (Bourne Again Shell), maka perintah yang digunakan menyesuaikan.
Asumsi bahwa Java dalam Linux diinstall di alamat ini
Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Cara Non Permanen
Kalo menggunakan cara non permanen, setiap kita nutup window console maka perintah harus diketik lagi. Perintahnya adalah:
|
export PATH=$PATH:/usr/local/jdk1.6.0/bin |
2. Cara Permanen
Kalo menggunakan cara permanen maka perintah akan tersimpan dalam file konfigurasi BASH jadi gak perlu diketik ulang.
Misalnya alamat home folder berada di /home/irfan
Maka perintah yang digunakan adalah:
|
cd /home/irfan
nano .bashrc |
Kemudian tambah lagi satu baris perintah seperti ini:
|
PATH=$PATH:/usr/local/jdk1.6.0/bin |
Kalo sudah beres, langsung di save dan coba restart BASH-nya, kalo blon berhasil coba restart Linux-nya.
Technorati : java, javase, linux, tools, tutorial
Del.icio.us : java, javase, linux, tools, tutorial
Posted in java, linux | No Comments »
Monday, June 2nd, 2008
Virtual Hosts digunakan untuk membuat sebuah IP Address memiliki banyak Domain Name, trik ini banyak digunakan pada Web Hosting komersil supaya mereka tidak kehabisan IP Address. Misalkan dalam Web Hosting yang digunakan blog ini yaitu, qwords.com, pastinya IP Address yang sama dengan domain ini memiliki domain-domain lain.
Yang akan kita lakukan adalah membuat IP Address 127.0.0.1 memiliki dua buah domain yaitu:
http://localhost dan http://wordpress
Caranya setting Virtual Hosts seperti ini:
I. Setting Host File
Tambahkan lagi satu baris perintah (Pastikan bahwa localhost tidak tertimpa)
Berarti nanti alamat yang kita akses adalah http://wordpress
|
Ctrl-O untuk Save
Ctrl-X untuk Exit |
II. Konfigurasi Apache
Asumsi bahwa XAMPP For Linux diekstrak ke direktori /opt
|
cd /opt/lampp/etc
sudo nano httpd.conf |
Kemudian cari perintah:
|
# Virtual hosts
#Include etc/extra/httpd-vhosts.conf |
Ubah menjadi:
|
# Virtual hosts
Include etc/extra/httpd-vhosts.conf |
III. Konfigurasi Virtual Hosts
Misalkan direktori wordpress berada di /home/irfan/wordpress, bila diketikkan http://wordpress dalam browser maka situs yang dibuka akan diakses dari direktori /home/irfan/wordpress
Scroll teks sampai paling bawah, kemudian tambahkan perintah berikut ini:
|
<VirtualHost *:80>
ServerName localhost
DocumentRoot /opt/lampp/htdocs
<Directory />
Options FollowSymLinks
AllowOverride All
</Directory>
<Directory /opt/lampp/htdocs>
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride All
Order allow,deny
Allow from all
</Directory>
</VirtualHost>
<VirtualHost *:80>
ServerName wordpress
DocumentRoot /home/irfan/wordpress
<Directory />
Options FollowSymLinks
AllowOverride All
</Directory>
<Directory /home/irfan/wordpress>
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride All
Order allow,deny
Allow from all
</Directory>
</VirtualHost> |
Setelah beres kemudian langsung di Save.
IV. Jalankan Apache
|
cd /opt/lampp
sudo ./lampp start |
V. Sekarang localhost dan wordpress memiliki website masing-masing di:
a. http://localhost
b. http://localhost
Silakan coba di dalam browser. Cara yang sama bisa dilakukan untuk membuat sebuah IP Address memiliki lebih dari dua domain name. Coba saja buat tiga atau empat domain dalam IP Address 127.0.0.1
Technorati : apache, linux, mysql, php, tools, tutorial
Del.icio.us : apache, linux, mysql, php, tools, tutorial
Posted in apache, linux, mysql, php | No Comments »
Monday, May 26th, 2008
XAMPP Dalam Linux memiliki beberapa parameter yang digunakan untuk menjalankan dan menghentikan kerja seluruh server yang ada dalam XAMPP.
| Parameter |
Deskripsi |
| start |
Menjalankan XAMPP |
| stop |
Menghentikan XAMPP |
| restart |
Menghentikan kemudian Menjalankan kembali XAMPP |
| startapache |
Hanya menjalankan Apache Server |
| startssl |
Menjalankan Apache dalam mode Secure Socket Layer |
| startmysql |
Hanya menjalankan MySQL Server |
| startftp |
Hanya menjalankan ProFTPD Server |
| stopapache |
Hanya menghentikan Apache Server |
| stopssl |
Menghentikan Apache dalam mode Secure Socket Layer |
| stopmysql |
Hanya menghentikan MySQL Server |
| stopftp |
Hanya menghentikan ProFTPD Server |
| reload |
Me-load ulang XAMPP |
| reloadapache |
Hanya Me-load ulang Apache Server |
| reloadmysql |
Hanya Me-load ulang MySQL Server |
| reloadftp |
Hanya Me-load ulang ProFTPD Server |
| php5 |
Aktifkan PHP5 dan Non Aktifkan PHP4 |
| php4 |
Aktifkan PHP4 dan Non Aktifkan PHP5 |
| phpstatus |
Mengecek Versi PHP yang aktif |
| backup |
Melakukan backup pada file konfigurasi XAMPP, log dan data |
| panel |
Menjalankan XAMPP Control Panel berbasis GUI |
| security |
Menjalankan perintah untuk mengecek Security XAMPP |
Contoh Penggunaan:
Posisi Folder dan File Penting Dalam XAMPP:
| Folder/File |
Deskripsi |
| /opt/lampp/bin |
Folder File Eksekusi XAMPP |
| /opt/lampp/htdocs |
Folder File WebSite |
| /opt/lampp/etc/httpd.conf |
File Konfigurasi Apache |
| /opt/lampp/etc/my.cnf |
File Konfigurasi MySQL |
| /opt/lampp/etc/php.ini |
File Konfigurasi PHP |
| /opt/lampp/etc/proftpd.conf |
File Konfigurasi ProFTPD |
Kenapa XAMPP digunakan? Karena untuk fungsi pengembangan XAMPP sudah sangat mewah, mendukung seluruh aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan untuk pengembangan Web.
Technorati : apache, linux, mysql, pemrograman, php, tools, tutorial
Del.icio.us : apache, linux, mysql, pemrograman, php, tools, tutorial
Posted in apache, linux, mysql, php | No Comments »
Wednesday, May 21st, 2008
XAMPP adalah sebuah software web server apache yang didalamnya sudah tersedia database server mysql dan support php programming. XAMPP merupakan software yang mudah digunakan, gratis (pasti) dan mendukung instalasi di Linux dan Windows. Keuntungan lain adalah cuma nginstal sekali dapat Apache Web Server, MySQL Database Server, PHP Support (PHP4 dan PHP5) dan beberapa module.
Hanya bedanya kalo yang Windows sudah dalam bentuk instalasi grafis dan yang Linux dalam bentuk file terkompresi tar.gz. Sentuhan lain yang berbeda adalah Windows memiliki fitur menyalakan server secara grafis, sedangkan Linux masih berupa perintah dalam console. Karena yang Linux rada sulit, maka versi ini saja yang akan dibahas.
Dulu, XAMPP untuk Linux dinamakan LAMPP, sekarang namanya hanya XAMPP FOR LINUX.
Perintah yang dibahas disini menggunakan LinuxMint, jadi seharusnya berlaku untuk semua Ubuntu dan turunannya, dan dengan asumsi bahwa XAMPP sudah didonlot :D, saya pake yang versi 1.6.6, sesuaikan versinya ya.
Instalasi:
1. Akses Linux Shell (Console)
2. Ekstraksi akan dilakukan ke folder /opt, karena folder /opt milik root maka harus memiliki account su
|
sudo tar xvfz xampp-linux-1.6.6.tar.gz -C /opt |
3. XAMPP sudah terinstall dalam folder /opt/lampp
Penggunaan:
1. Untuk menjalankan XAMPP tinggal menggunakan perintah ini dalam Shell
Bila terjadi error otorisasi login, gunakan su
|
sudo /opt/lampp/lampp start |
2. Bila perintah dieksekusi dan berhasil, maka akan muncul teks:
|
Starting XAMPP 1.6.6...
LAMPP: Starting Apache...
LAMPP: Starting MySQL...
LAMPP started. |
Berarti Apache dan MySQL sudah berjalan di background.
Pengujian:
1. Buka Web Browser
2. Ketikkan http://localhost dalam Web Browser
3. Bila masuk ke dalam Web XAMPP berarti semua langkah telah berhasil dilakukan.
Pengamanan (Optional):
Secara default, ada beberapa faktor keamanan yang harus dikonfigurasi. Faktor keamanan yang masih harus dikonfigurasi adalah:
1. MySQL Administrator (root) tidak memiliki password.
2. MySQL Daemon dapat diakses dari jaringan
3. ProFTPD menggunakan password “lampp” untuk user “nobody”
4. PHPMyAdmin dapat diakses dari jaringan
5. Semua contoh dapat diakses dari jaringan
6. MySQL dan Apache bekerja dalam konfigurasi user yang sama (nobody)
Untuk memperbaiki beberapa faktor keamanan dapat digunakan perintah ini:
|
/opt/lampp/lampp security |
Technorati : apache, linux, mysql, pemrograman, php, tools, tutorial
Del.icio.us : apache, linux, mysql, pemrograman, php, tools, tutorial
Posted in apache, linux, mysql, php | 3 Comments »
Monday, May 5th, 2008
Struktur Mount Points dalam Sistem Partisi Linux dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. /boot
Berisi Boot Loader dan Boot Menu. Untuk dibaca pada saat boot, karena saat penting maka harus dijadikan partisi Linux yang paling awal.
2. /
Memiliki seluruh sistem file yang ada di Linux, memiliki beberapa lokasi penting seperti /etc, sbin, /lib yang tidak dapat terpisah dalam partisi lain. Beberapa lokasi akan sering ditulisi (misalnya /tmp) tetapi kebanyakan hanya akan dibaca. Urutannya berada pada urutan kedua setelah partisi /boot.
3. /usr
Memiliki seluruh file eksekusi binary dan antarmuka grafik X11 dan pustaka-pustaka yang dimiliki oleh aplikasi. Akan ditulisi pada saat instalasi aplikasi atau melakukan kompilasi kernel. Selebihnya hanya akan dibaca, karena fungsinya mempengaruhi proses boot dan sistem secara keseluruhan maka harus partisinya harus berada pada sebelum atau sesudah partisi “/”
4. /opt
Beberapa distro memiliki lokasi ini untuk aplikasi-aplikasi opsional yang kurang penting (Dari pandangan sistem) . Akan sering ditulisi bila sering sekali menginstall atau menguninstall aplikasi.
5. /srv
Beberapa distro memiliki lokasi ini untuk menjalankan WWW dan/atau FTP Server. Beberapa admin memilih untuk membuat mount point ini sebagai tempat menjalankan Network Services. Akan sering ditulisi, apalagi bila menggunakan logging.
6. /var
Digunakan untuk data-data variabel. Biasanya logging untuk sistem disimpan di area ini. Sangat sering ditulisi.
7. /home
Tempat dimana user menyimpan data-data (personal atau kerjaan) dan konfigurasi dari aplikasi yang digunakan. Dibaca dan ditulis secara ekstensif.
Technorati : linux, tools, tutorial, xandros
Del.icio.us : linux, tools, tutorial, xandros
Posted in linux | No Comments »
Thursday, April 24th, 2008
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB (2GB mah kurang, default instalasinya aja 2.2GB) dengan Wireless LAN dalam keadaan menyala
2. SD Card (Optional, yang digunakan 1GB untuk dijadikan /home mount point)
Software yang dibutuhkan:
1. eee-ubuntu-support untuk mendeteksi hardware yang dimiliki oleh Asus EEE (http://code.google.com/p/eee-ubuntu-support/), yang digunakan di sini adalah v0.7
Tutorial Yang Dibutuhkan:
1. Part 2
Memindahkan /home mount point ke SD Card:
1. Format SD Card, disini menggunakan ext2
2. Posisi mounting SD Card ada di /media/disk
3. Kopikan semua isi dari /home ke SD Card
|
cp -r --preserve=all /home/* /media/disk |
4. Edit lagi file fstab
5. Tambahkan perintah ini pada posisi paling bawah
|
/dev/sdb1 /home ext2 rw,nosuid,nodev,noatime 0 0 |
6. Simpan kemudian restart
7. Untuk mengecek apakah /home mount point sudah tertuju pada SD Card gunakan perintah ini pada console:
8. Lihat apakah /dev/sdb1 mengacu pada /home
Menginstall Driver Menggunakan eee-ubuntu-support (Asumsi menggunakan v0.7)
1. Ekstrak file eee-ubuntu-support_v0.7.tgz
|
tar xzf eee-ubuntu-support_v0.7.tgz |
2. Masuk ke dalam foldernya
3. Eksekusi perintah ini:
4. Eksekusi perintah ini:
5. Kedua perintah ini mungkin harus 2 atau 3 kali diulang sampai menemukan driver yang benar.
6. Restart
Semua proses instalasi selesai, tinggal dipake deh Asus EEE-nya pake Ubuntu atau turunannya
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | No Comments »
Wednesday, April 23rd, 2008
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB (2GB mah kurang, default instalasinya aja 2.2GB) dengan Wireless LAN dalam keadaan menyala
2. USB Flash Disk minimal 1GB (Untuk dijadikan bootable live usb)
3. SD Card (Optional, yang digunakan 1GB untuk dijadikan /home mount point)
Software yang dibutuhkan:
1. eee-ubuntu-support untuk mendeteksi hardware yang dimiliki oleh Asus EEE (http://code.google.com/p/eee-ubuntu-support/), yang digunakan di sini adalah v0.7
Tutorial yang dibutuhkan:
1. Part 1
PERINGATAN: SELURUH DATA DI SSD MILIK ASUS EEE DAN SD CARD AKAN HILANG BILA MENGGUNAKAN LANGKAH YANG TELAH DIBUAT INI
Langkah Asus EEE Menginstall Ubuntu:
1. Karena layar Asus EEE sangat kecil, maka kita set dulu supaya window-nya bisa digeser-geser
2. System - Preferences - Appereance, pilih Visual Effect dan pilih None.
3. Gunakan Alt + Tombol Kiri Mouse untuk menggeser window
4. Klik icon Install
5. Ikuti semua pertanyaannya sampai masuk ke menu partisi
6. Pada menu partisi, pilih menu Manual. SSD milik Asus EEE akan berada di /dev/sda1
7. Contoh yang digunakan:
a. Keseluruhan SSD diformat
b. Format file system yang digunakan reiserfs (pilih sendiri format file system yang digunakan tidak harus reiserfs, kalo gak salah si pembuat reiserfs ini adalah tersangka pembunuhan istrinya lho)
c. Mount pointnya adalah: /
d. Ceklist pilihan format
8. Teruskan dan tunggu proses instalasi sampai selesai
Langkah Konfigurasi Asus EEE Setelah Instalasi:
1. Karena seluruh USB Flash Disk akan dianggap CD-ROM oleh Asus EEE maka kita ubah dengan perintah:
2. Komentari atau hapus teks di bawah ini dengan menggunakan tanda #:
|
/dev/sdc1 /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto,exec 0 0 |
menjadi
|
#/dev/sdc1 /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto,exec 0 0 |
3. Sisipkan kata noatime ke dalam perintah milik /dev/sda1, misalkan file system reiserfs memiliki perintah seperti ini:
menjadi
4. Simpan dengan menggunakan perintah Ctrl+O, dan keluar dengan Ctrl+X
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | 1 Comment »
Thursday, April 17th, 2008
Karena bosan dengan default OS dari EEEPC yaitu Xandros dan mo nyobain linux laen tapi gak punya optical drive eksternal, maka browsing lagi sana-sini dan mendapatkan cara untuk menginstall Ubuntu menggunakan Flash Disk (https://help.ubuntu.com/community/Installation/FromUSBStick) dan cara menginstall Ubuntu di EEEPC (http://wiki.eeeuser.com/ubuntu).
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB
2. USB Flash Disk minimal 1GB (Untuk dijadikan bootable live usb)
3. Komputer lain yang sudah terinstall Ubuntu 7.10 atau turunannya (Apakah bisa di linux distro lain? Confirm please!)
Software yang dibutuhkan:
1. ISO Ubuntu atau turunannya
2. Program isotostick.sh untuk memindahkan iso ubuntu ke flash disk (http://startx.ro/sugar/isotostick.sh)
3. Program syslinux versi > 3.55. Kalo ragu versinya, install lagi aja.
|
sudo apt-get install syslinux |
Langkah Flash Disk:
1. Format flash disk menggunakan file system fat16 dan pastikan flash disk bisa melakukan boot
2. Cari alamat flash disk di file system, yang digunakan disini adalah:
3. Gunakan perintah
|
sudo ./isotostick.sh /home/irfan/ubuntu-7.10-desktop-i386.iso /dev/sdb1 |
4. Akan ada beberapa error saat program isotostick.sh dijalankan, biarkan saja. Tunggu sampai proses selesai, yang ditandai dengan munculnya prompt console
5. Remove flash disk, dan konfigurasi flash disk menjadi live usb selesai
Langkah Asus EEE Menjalankan Live USB:
1. Pasang flash disk tadi di Asus EEE
2. Boot melalui flash disk, gunakan tombol Esc saat muncul logo Asus EEE di layar
3. Memasuki proses boot dari live usb
4. Bila batere dipasang, akan ada peringatan bahwa batere rusak. Ini hanya karena drivernya belum ada.
5. Silakan coba-coba fitur dari Ubuntu, selanjutnya kita coba untuk melakukan instalasi Ubuntu ke dalam EEEPC, yang dibutuhkan adalah 2.5GB ruang kosong di SSD.
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | 4 Comments »
Wednesday, April 16th, 2008
Pertamanya dapet tutorial dari blog http://dheche.songolimo.net/wp/index.php/2007/09/17/mengontrol-fedora-7-memakai-p990i/ dan http://devel.reinikainen.net/content/view/48/40/
Kita gunakan LinuxMint 4.0 yang berbasis Ubuntu, sehingga kita coba sesuaikan tulisannya untuk Ubuntu dan turunannya. Btw, semua perintah diketikkan dalam Terminal.
Kebutuhan Awal:
1. Dongle Bluetooth (gak mungkin gak pake ini kan
2. Ponsel yang mendukung javame library untuk bluetooth (JSR-82), disini kita pakai Sony Ericsson P990i, kebetulan AnyRemote bekerja juga dalam mode Flip Close
3. Software bluetooth (Untuk LinuxMint kebetulan sudah lengkap dan sudah newest version yaitu bluez), kalo belum ada atau gak pasti, bisa download software bluez:
|
sudo apt-get install bluez-pin bluez-utils |
4. Software AnyRemote, karena dalam repository debian belum ada, maka men-download file yang berekstensi *.deb (http://anyremote.sourceforge.net/), dan sewaktu tutorial ini ditulis, versi yang terbaru adalah versi 4.4-2.
a. anyremote_4.4-2_i386.deb (software - WAJIB)
b. anyremote-data_4.4-2_i386.deb (file Konfigurasi - WAJIB)
c. anyremote-doc_4.4-2_i386.deb (dokumentasi - OPTIONAL)
d. AnyRemote Java Client (kita pakai yang anyRemote64.jar untuk diinstall di ponsel - WAJIB)
Langkah Mendeteksi Bluetooth Ponsel:
1. Memastikan bahwa fitur bluetooth sudah terinstal dan berjalan baik
|
sudo /etc/init.d/bluetooth start |
2. Memastikan bahwa dongle bluetooth sudah menyala (Hasilnya harus UP - Lewati langkah 3 bila hasilnya UP)
3. Bila ternyata hasilnya DOWN
4. Pastikan bluetooth dalam ponsel sudah menyala dan berada dalam mode Discoverable (P990i: Visible to other devices)
5. Cek apakah ponsel bisa dideteksi oleh Linux
Langkah Koneksi Komputer:
1. Asumsi
a. AnyRemote sudah diinstall di Linux
b. Ponsel sudah bisa dideteksi oleh hcitool scan
c. AnyRemote sudah diinstall di Ponsel (anyRemote64.jar)
2. Yang akan dikendalikan adalah OpenOffice Impress yang sudah terinstall dengan manis di LinuxMint
3. Jalankan AnyRemote dalam Linux
|
anyremote -f /usr/share/anyremote/cfg-data/Server-mode/ooimpress.cfg |
Langkah Koneksi Ponsel:
1. Jalankan AnyRemote dalam ponsel
2. Cari bluetooth yang lagi menyala (pake fitur search yang dimiliki oleh anyRemote64.jar)
3. Kalo ketemu bluetooth yang diinginkan langsung Connect
4. Eksekusi OpenOffice Impress, pilih sebuah file presentasi dan jalankan SlideShow (bisa juga menjalankan langsung lewat ponsel)
5. Langsung deh geser kiri, kanan, awal, akhir menggunakan AnyRemote
Lumayan, dengan menggunakan software AnyRemote ini, gak jadi beli alat presentasi khusus
Technorati : java, javame, linux, tools, tutorial, xandros
Del.icio.us : java, javame, linux, tools, tutorial, xandros
Posted in java, linux, myself | 2 Comments »