Posts Tagged ‘javase’

[Java] Membaca File Teks

Membaca file teks dalam Java bisa menggunakan class yang namanya:

FileReader dan BufferedReader

Keduanya berada dalam pustaka java.io.

IO merupakan singkatan dari Input Output. Jadi semua pekerjaan yang membutuhkan transaksi data yang berada dalam harddisk dan jaringan bisa menggunakan pustaka ini.

import java.io.*;
 
public class BacaFileTeks {
	public void baca(String namaFile) {
		try {
			FileReader html = new FileReader(namaFile);
			BufferedReader baca = new BufferedReader(html);
 
			String lihat = "";
			int i = 0;
			char huruf = 'a';
 
			while ((lihat = baca.readLine()) != null) {
				for (i = 0; i < lihat.length(); i++) {
					huruf = lihat.charAt(i);
					System.out.print(huruf);
				}
			}
 
			baca.close();
 
		}
		catch (IOException e) {
			System.out.println("Error Dalam Membaca File");
		}
	}
}

Kemudian dipanggil dengan langsung memanggil juga nama file yang akan dibaca, misal:

public class Uji {
	public static void main (String[] args) {
		BacaFileTeks b = new BacaFileTeks();
		b.baca("D:\\Free.txt");
	}
}

Be the first to comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Wednesday, December 24, 2008

Categories: java, linux, windows

Tags: , ,

[Java] Permainan Tebak Angka Dengan Applet dan Random Number

Coba sekarang dengan menggunakan angka random. Dengan angka random pasti hasilnya lebih sulit ditebak. Logikanya sama seperti kemaren hanya applet-nya aja yang diubah. Untuk memanggil random kita harus gunakan pustaka:

java.util.Random

Kemudian memanggil angka acak dari 1 – 100, karena angka acak dimulai dari 0 maka angka acak harus ditambah 1.

import java.util.Random;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import java.applet.*;
 
public class RanTA extends Applet {
	private int random, seek;
	private TextField t1, t2;
	private Button b1, b2;
	TebakAngka tA;
	Random ran;
 
	public void init() {
		random = 0; seek = 0;
 
		t1 = new TextField(40);
		t2 = new TextField(40);
 
		b1 = new Button("Random");
		b2 = new Button("Seek");
 
		ran = new Random();
 
		add(t1);
		add(b1);
		add(b2);
		add(t2);
 
		t2.setText("Tekan Tombol Random Untuk Mengacak Angka Dari 1 - 100");
 
		b1.addActionListener(new ActionListener() {
			public void actionPerformed(ActionEvent ae) {
				random = 1 + ran.nextInt(100);
				t2.setText("Silakan Tebak Dari 1 - 100");
				t1.setText("");
			}
		});
 
		b2.addActionListener(new ActionListener() {
			public void actionPerformed(ActionEvent ae) {
				seek = Integer.parseInt(t1.getText());
				tA = new TebakAngka(random, seek);
				t2.setText(tA.getNilai());
			}
		});
	}
}

1 comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Monday, December 22, 2008

Categories: java, linux, windows

Tags: , , ,

[Java] Permainan Tebak Angka dengan Applet

Kita coba buat permainan tebak angka pake Java dan Applet. Applet adalah pemrograman web yang berbasis client, jadi tidak perlu di-upload ke server untuk menjalankannya.

Untuk menjalankan applet ada dua cara, dengan menggunakan program appletviewer bawaan JDK atau dipanggil pake html menggunakan html tag khusus applet.

Yang mau dibuat adalah permainan tebak angka. Ada 3 TextBox (t1, t2, t3) dan 2 Button (b1, b2) yang digunakan. Kita pake pustaka awt dan applet milik java.

TextBox t1 untuk menyimpan angka yang akan ditebak, kemudian b1 ditekan untuk menyembunyikannya.

TextBox t2 untuk menyimpan angka tebakan, kemudian b2 ditekan untuk menebaknya.

Algoritma Tebak Angka:

public class TebakAngka {
	private int angka1;
	private int angka2;
 
	public TebakAngka (int angka1, int angka2) {
		this.angka1 = angka1;
		this.angka2 = angka2;		
	}
 
	public String getNilai() {
		String tampil = "";
 
		if (angka1 == angka2) {
			tampil = "Tebakan benar!";
		}
		else if (angka1 > angka2) {
			tampil = "Tebakan salah, harusnya lebih besar dari " + angka2;
		}
		else if (angka1 < angka2) {
			tampil = "Tebakan salah, harusnya lebih kecil dari " + angka2;
		}
 
		return tampil;
	}
}


Algoritma Applet:

import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import java.applet.*;
 
public class TApplet extends Applet {
	private TextField t1, t2, t3;
	private Button b1, b2;
	private int hide, seek;
	private TebakAngka tA;
 
	public void init() {
		t1 = new TextField(40);
		t2 = new TextField(40);
		t3 = new TextField(40);
 
		b1 = new Button("Hide");
		b2 = new Button("Seek");
 
		add(t1);
		add(t2);
		add(b1);
		add(b2);
		add(t3);
 
		t3.setText("Masukkan sebuah angka dari 1 - 100, kemudian tekan Hide");
 
		b1.addActionListener(new ActionListener() {
			public void actionPerformed(ActionEvent ae) {
				hide = Integer.parseInt(t1.getText());
				t1.setText("");
				t2.setText("");
				t3.setText("Isikan sebuah angka, kemudian tekan Seek");
			}
		});
 
		b2.addActionListener(new ActionListener() {
			public void actionPerformed(ActionEvent ae) {
				seek = Integer.parseInt(t2.getText());
				tA = new TebakAngka(hide, seek);
				t1.setText(tA.getNilai());
			}
		});	
	}
}

Perintah untuk memanggil Applet menggunakan HTML, class Applet harus berada dalam folder yang sama dengan html-nya:

<applet code="TApplet" width=320 height=240></applet>

1 comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Friday, December 19, 2008

Categories: java, linux, windows

Tags: , ,

[Java] Penggunaan Kondisi Part 2

Contoh lain dari penggunaan kondisi IF yang dikombinasikan dengan operator penggabungan adalah seperti ini:

import java.util.Scanner;
 
public class NilaiAkhir {
 public static void main(String[] args) {
  Scanner in = new Scanner(System.in);
 
  System.out.print("Nilai Akhir: ");
  int nilai = in.nextInt();
 
  char hMutu = ' ';
 
  if ((nilai >= 80) && (nilai <= 100)) {
    hMutu = 'A';
  }
  else if ((nilai >= 60) && (nilai < 80)) {
    hMutu = 'B';
  }
  else if ((nilai >= 40) && (nilai < 60)) {
    hMutu = 'C';
  }
  else if ((nilai >= 20) && (nilai < 40)) {
    hMutu = 'D';
  }
  else if ((nilai >= 0) && (nilai < 20)) {
    hMutu = 'E';
  }
  else {
    System.out.println("Inputan Tidak Sesuai!");
    System.out.println("Silakan ulangi lagi");
  }
 
  if ((nilai >= 0) && (nilai <= 100)) {
    System.out.println("Huruf Mutu Untuk Nilai " + nilai + " adalah: " + hMutu);
  }  
 }
}

Kalo penggunaan kondisi IF untuk String-nya seperti ini:

import java.util.Scanner;
 
public class NilaiAkhir {
 public static void main(String[] args) {
  Scanner in = new Scanner(System.in);
 
  System.out.print("Username: ");
  String uName = in.next();
 
  System.out.print("Password: ");
  String uPass = in.next();
 
  if ((uName.equals("irfan") && uPass.equals("nafri"))) {
   System.out.println("Password benar. Sukses!");
  }
  else {
   System.out.println("Password salah. Ulangi");
  }
 }
}

Be the first to comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Monday, December 1, 2008

Categories: java, linux, windows

Tags: , , ,

[Java] Membuat Penghitung Waktu Dengan Timer dan TimerTask

Dengan menggunakan pustaka Timer dan TimerTask milik Java, kita bisa membuat program untuk menghitung waktu maju dan mundur. Pustaka ini dimiliki oleh java.util. Karena waktu dihitung menggunakan milidetik, maka jangan lupa kalo 1 detik = 1000 milidetik.

Ada dua parameter penting yang harus diingat, yaitu delay dan periode. Delay digunakan untuk memberitahu program kapan penghitungan dimulai, sedangkan periode digunakan untuk mengulang waktu.

Algoritma Menghitung Waktu Maju

import java.util.*;
 
public class TimerTest {
    static int minute = 0;
    static int second = 0;
 
    public static void main(String[] args) {
        int delay = 0;
        int period = 1000;
 
        Timer timer = new Timer();
 
        timer.scheduleAtFixedRate(new TimerTask() {
            public void run() {
               if (second < 60){
                System.out.println(minute + ":" + second);
               }
               else if (second >= 60) {
                second = 0;
                minute++;
                System.out.println(minute + ":" + second);
               }
               second++;
            }
        }, delay, period);
    }
}

Algoritma Menghitung Waktu Mundur

import java.util.*;
 
public class TimerTest {
    static int second = 0;
 
    public static void main(String[] args) {
        Scanner in = new Scanner(System.in);
 
        int delay = 0;
        int period = 1000;
 
        System.out.print("Second: ");
        second = in.nextInt();
 
        final Timer timer = new Timer();
 
        timer.scheduleAtFixedRate(new TimerTask() {
            public void run() {
               if (second >= 0){
                System.out.println(second);
               }
               else {
                timer.cancel();
               }
               second--;
            }
 
        }, delay, period);
    }
}

Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , ,

6 comments - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Thursday, August 28, 2008

Categories: java

Tags: , , ,

[Java] Input Data Melalui Console Menggunakan Class Scanner

Dulu untuk menginput data melalui Console dalam Java merupakan hal yang sulit, beda dengan Pascal atau C yang sudah menyediakan sintaksnya, Java belum menyediakan sintaks input melalui Console, untuk melakukannya kita harus membuat sebuah program yang lumayan kompleks kalo untuk pemula.

Untungnya sejak JavaSE versi 5.0 fitur untuk melakukan input melalui Console sudah disediakan dengan menggunakan class Scanner yang dipanggil melalui pustaka java.util.Scanner

Class Scanner ini memiliki method-method yang bisa menerima berbagai tipe data, misalnya integer, string atau float jadi kita gak usah bikin program lagi, tinggal pake aja.

Seperti sintaks-sintaks Java yang lain, pemanggilannya seperti ini:

import java.util.Scanner;
 
public class UjiScan {
  public static void main (String[] args) {
     Scanner in = new Scanner(System.in);
  }
}

Contoh penggunaannya seperti ini:

import java.util.Scanner;
 
public class UjiScan {
        public static void main (String[] args) {
                //Deklarasi Scanner:
                Scanner in = new Scanner(System.in);
 
                //Untuk Menerima Kata:
                System.out.print("Kata: ");
                String kata = in.nextLine();            
                System.out.println("Hello, " + kata);
 
                //Untuk Menerima Kalimat:
                System.out.print("Kalimat: ");
                String kalimat = in.nextLine();         
                System.out.println("Hello, " + kalimat);
 
                //Untuk Menerima Integer:
                System.out.print("Angka 1: ");
                int angka1 = in.nextInt();
                System.out.print("Angka 2: ");
                int angka2 = in.nextInt();              
                int hasil = angka1 + angka2;            
                System.out.println("Hasil Penjumlahan " + angka1 + " dan " + angka2 + " adalah: " + hasil);
 
                //Untuk Menerima Float:
                System.out.print("Angka 1: ");
                float angkafloat1 = in.nextFloat();
                System.out.print("Angka 2: ");
                float angkafloat2 = in.nextFloat();
                float hasilfloat = angkafloat1 + angkafloat2;           
                System.out.println("Hasil Penjumlahan " + angkafloat1 + " dan " + angkafloat2 + " adalah: " + hasilfloat);      
        }
}

Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , ,

Be the first to comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Monday, June 23, 2008

Categories: java, linux, windows

Tags: , , ,

[Linux] Setting PATH Untuk Kompilasi File JAVA

Linux dan Windows menggunakan cara yang berbeda untuk menyetting PATH. Walau secara konsep sama, tetapi perintah yang digunakan berbeda. Untuk Linux sendiri bila kita memiliki beberapa Command Prompt Shell, maka setiap Shell akan memiliki caranya sendiri untuk menyetting PATH.

Karena yang digunakan LinuxMint dan menggunakan Shell BASH (Bourne Again Shell), maka perintah yang digunakan menyesuaikan.

Asumsi bahwa Java dalam Linux diinstall di alamat ini

/usr/local/jdk1.6.0

Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Cara Non Permanen

Kalo menggunakan cara non permanen, setiap kita nutup window console maka perintah harus diketik lagi. Perintahnya adalah:

   export PATH=$PATH:/usr/local/jdk1.6.0/bin

2. Cara Permanen

Kalo menggunakan cara permanen maka perintah akan tersimpan dalam file konfigurasi BASH jadi gak perlu diketik ulang.

Misalnya alamat home folder berada di /home/irfan

Maka perintah yang digunakan adalah:

   cd /home/irfan
   nano .bashrc

Kemudian tambah lagi satu baris perintah seperti ini:

   PATH=$PATH:/usr/local/jdk1.6.0/bin

Kalo sudah beres, langsung di save dan coba restart BASH-nya, kalo blon berhasil coba restart Linux-nya.

Technorati : , , , ,
Del.icio.us : , , , ,

Be the first to comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Monday, June 16, 2008

Categories: java, linux

Tags: , , , ,

[Java] Membuat File JAR

File JAR dalam Java digunakan sebagai file koleksi library (pustaka) dan/atau sebagai file eksekusi aplikasi. Untuk membuat File JAR dibutuhkan JDK dan perintah jar sudah berada dalam PATH Sistem Operasi yang digunakan.

Bila File JAR digunakan sebagai file koleksi pustaka yang isinya tidak bisa dieksekusi maka perintah untuk membuatnya adalah seperti ini:

   jar cvf NamaJar.jar Nama1.class Nama2.class Nama3.class

atau

   jar cvf NamaJar.jar .

Perhatikan tanda baca titik, tanda baca ini memerintahkan kepada perintah jar untuk menginput semua file dan folder dalam FOLDER INI secara rekursif ke dalam NamaJar.jar

Bila File JAR digunakan sebagai file eksekusi, maka yang pertama harus dibuat adalah File Manifest. File Manifest digunakan untuk memberitahukan Java mana file yang harus dieksekusi. Biasanya file yang harus dieksekusi memiliki perintah:

   public class Nama1 {
     public static void main(String[] args) {
 
     }
   }

Membuat File Manifest:

   Manifest-Version: 1.0
   Created-By: Irfan Ardiansah
   Main-Class: Nama1

Berikan sebuah baris kosong setelah perintah Main-Class, karena perintah jar akan selalu mengabaikan baris terakhir. Simpan dengan nama misalnya manifest.txt Kemudian kita buat File JAR:

   jar cvfm NamaJarEksekusi.jar manifest.txt Nama1.class Nama2.class Nama3.class

atau

   jar cvfm NamaJarEksekusi.jar manifest.txt .

Untuk menjalankan file eksekusi ini gunakan perintah

   java -jar NamaJarEksekusi.jar

Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , ,

1 comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Friday, June 13, 2008

Categories: java, linux, myself, windows

Tags: , , ,

[Java] Menjalankan Aplikasi JAR

Untuk menjalankan Aplikasi Java SE yang sudah berada dalam JAR, digunakan perintah sebagai berikut:

   java -jar NamaFile.jar

Dengan catatan bahwa perintah java sudah berada dalam PATH Sistem Operasi yang digunakan.

Sedangkan untuk menjalankan Aplikasi Java ME yang sudah berada dalam JAR, harus menggunakan Telepon Seluler yang sudah mendukung instalasi aplikasi berbasis Java ME. Untungnya kebanyakan Telepon Seluler yang dijual dipasaran sekarang sudah bisa diinstalasi Java ME.

Kalo maksa pengen pake di PC, silakan cari emulator JAR Java ME yang bertebaran di internet, pake google aja carinya ya.

Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , ,

Be the first to comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Thursday, June 5, 2008

Categories: java, linux, myself, windows

Tags: , , ,

[Java] Variabel dan Tipe Data Primitif

Tipe Data Primitif dalam Java ada 8 (delapan) yang dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diurutkan berdasarkan Nilai Minimum dan Nilai Maksimumnya:

1. Bilangan Bulat:

a. byte (Minimum: -128, Maksimum: 127)

b. short (Minimum: -32,768, Maksimum: 32,767)

c. int (Minimum: -2,147,483,648, Maksimum: 2,147,483,647)

int merupakan tipe data yang biasa digunakan untuk nilai-nilai bilangan bulat, kecuali ada alasan untuk menggunakan tipe data bilangan bulat lainnya.

d. long

Minimum: -9,223,372,036,854,775,808

Maksimum: 9,223,372,036,854,775,807

2. Bilangan Desimal:

a. float

float merupakan tipe data yang biasa digunakan untuk nilai-nilai bilangan desimal, kecuali ada alasan untuk menggunakan tipe data bilangan desimal lainnya, misalnya ingin mendapatkan angka dibelakang koma yang lebih spesifik dengan menggunakan double.

b. double

3. Karakter:

char: Hanya menerima sebuah karakter, yang berada diantara single quote, misal ‘a’

4. Boolean:

boolean: Hanya menerima dua jenis pernyataan, true atau false.

Variabel digunakan untuk menyimpan data yang sesuai dengan tipe data yang digunakan, contohnya

   tipeData namaVariabel1;
 
   namaVariabel1 = isiAwal;
 
   tipeData namaVariabel2 = isiAwal;

Dalam Java Variabel memiliki dua posisi penempatan:

1. Lokal

public class Lokal {
 public static void main (String[] args) {
  int angka1 = 1;
  int angka2 = 3;
 }
}

2. Global

public class Global {
 int angka1 = 1;
 int angka2 = 3;
 
 public static void main (String[] args) {
 
 }
}

Contoh Penggunaan Tipe Data Primitif Dalam Java:

public class Lokal {
 public static void main (String[] args) {
  int angka = 123456;
 
  float desimalKecil = 1;
  double desimalBesar = 1.887;
 
  char huruf = 'a';
 
  boolean kebenaran = true;
 
  System.out.println(angka);
  System.out.println(desimalKecil);
  System.out.println(desimalBesar);
  System.out.println(huruf);
  System.out.println(kebenaran);
 }
}

Technorati : , , , ,
Del.icio.us : , , , ,

Be the first to comment - What do you think?

Posted by irfan_ardiansah    Date: Wednesday, May 28, 2008

Categories: java

Tags: , , , ,

Next Page »