Thursday, April 24th, 2008
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB (2GB mah kurang, default instalasinya aja 2.2GB) dengan Wireless LAN dalam keadaan menyala
2. SD Card (Optional, yang digunakan 1GB untuk dijadikan /home mount point)
Software yang dibutuhkan:
1. eee-ubuntu-support untuk mendeteksi hardware yang dimiliki oleh Asus EEE (http://code.google.com/p/eee-ubuntu-support/), yang digunakan di sini adalah v0.7
Tutorial Yang Dibutuhkan:
1. Part 2
Memindahkan /home mount point ke SD Card:
1. Format SD Card, disini menggunakan ext2
2. Posisi mounting SD Card ada di /media/disk
3. Kopikan semua isi dari /home ke SD Card
|
cp -r --preserve=all /home/* /media/disk |
4. Edit lagi file fstab
5. Tambahkan perintah ini pada posisi paling bawah
|
/dev/sdb1 /home ext2 rw,nosuid,nodev,noatime 0 0 |
6. Simpan kemudian restart
7. Untuk mengecek apakah /home mount point sudah tertuju pada SD Card gunakan perintah ini pada console:
8. Lihat apakah /dev/sdb1 mengacu pada /home
Menginstall Driver Menggunakan eee-ubuntu-support (Asumsi menggunakan v0.7)
1. Ekstrak file eee-ubuntu-support_v0.7.tgz
|
tar xzf eee-ubuntu-support_v0.7.tgz |
2. Masuk ke dalam foldernya
3. Eksekusi perintah ini:
4. Eksekusi perintah ini:
5. Kedua perintah ini mungkin harus 2 atau 3 kali diulang sampai menemukan driver yang benar.
6. Restart
Semua proses instalasi selesai, tinggal dipake deh Asus EEE-nya pake Ubuntu atau turunannya
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | No Comments »
Wednesday, April 23rd, 2008
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB (2GB mah kurang, default instalasinya aja 2.2GB) dengan Wireless LAN dalam keadaan menyala
2. USB Flash Disk minimal 1GB (Untuk dijadikan bootable live usb)
3. SD Card (Optional, yang digunakan 1GB untuk dijadikan /home mount point)
Software yang dibutuhkan:
1. eee-ubuntu-support untuk mendeteksi hardware yang dimiliki oleh Asus EEE (http://code.google.com/p/eee-ubuntu-support/), yang digunakan di sini adalah v0.7
Tutorial yang dibutuhkan:
1. Part 1
PERINGATAN: SELURUH DATA DI SSD MILIK ASUS EEE DAN SD CARD AKAN HILANG BILA MENGGUNAKAN LANGKAH YANG TELAH DIBUAT INI
Langkah Asus EEE Menginstall Ubuntu:
1. Karena layar Asus EEE sangat kecil, maka kita set dulu supaya window-nya bisa digeser-geser
2. System - Preferences - Appereance, pilih Visual Effect dan pilih None.
3. Gunakan Alt + Tombol Kiri Mouse untuk menggeser window
4. Klik icon Install
5. Ikuti semua pertanyaannya sampai masuk ke menu partisi
6. Pada menu partisi, pilih menu Manual. SSD milik Asus EEE akan berada di /dev/sda1
7. Contoh yang digunakan:
a. Keseluruhan SSD diformat
b. Format file system yang digunakan reiserfs (pilih sendiri format file system yang digunakan tidak harus reiserfs, kalo gak salah si pembuat reiserfs ini adalah tersangka pembunuhan istrinya lho)
c. Mount pointnya adalah: /
d. Ceklist pilihan format
8. Teruskan dan tunggu proses instalasi sampai selesai
Langkah Konfigurasi Asus EEE Setelah Instalasi:
1. Karena seluruh USB Flash Disk akan dianggap CD-ROM oleh Asus EEE maka kita ubah dengan perintah:
2. Komentari atau hapus teks di bawah ini dengan menggunakan tanda #:
|
/dev/sdc1 /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto,exec 0 0 |
menjadi
|
#/dev/sdc1 /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto,exec 0 0 |
3. Sisipkan kata noatime ke dalam perintah milik /dev/sda1, misalkan file system reiserfs memiliki perintah seperti ini:
menjadi
4. Simpan dengan menggunakan perintah Ctrl+O, dan keluar dengan Ctrl+X
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | 1 Comment »
Thursday, April 17th, 2008
Karena bosan dengan default OS dari EEEPC yaitu Xandros dan mo nyobain linux laen tapi gak punya optical drive eksternal, maka browsing lagi sana-sini dan mendapatkan cara untuk menginstall Ubuntu menggunakan Flash Disk (https://help.ubuntu.com/community/Installation/FromUSBStick) dan cara menginstall Ubuntu di EEEPC (http://wiki.eeeuser.com/ubuntu).
Hardware yang dibutuhkan:
1. Asus EEE PC 4GB
2. USB Flash Disk minimal 1GB (Untuk dijadikan bootable live usb)
3. Komputer lain yang sudah terinstall Ubuntu 7.10 atau turunannya (Apakah bisa di linux distro lain? Confirm please!)
Software yang dibutuhkan:
1. ISO Ubuntu atau turunannya
2. Program isotostick.sh untuk memindahkan iso ubuntu ke flash disk (http://startx.ro/sugar/isotostick.sh)
3. Program syslinux versi > 3.55. Kalo ragu versinya, install lagi aja.
|
sudo apt-get install syslinux |
Langkah Flash Disk:
1. Format flash disk menggunakan file system fat16 dan pastikan flash disk bisa melakukan boot
2. Cari alamat flash disk di file system, yang digunakan disini adalah:
3. Gunakan perintah
|
sudo ./isotostick.sh /home/irfan/ubuntu-7.10-desktop-i386.iso /dev/sdb1 |
4. Akan ada beberapa error saat program isotostick.sh dijalankan, biarkan saja. Tunggu sampai proses selesai, yang ditandai dengan munculnya prompt console
5. Remove flash disk, dan konfigurasi flash disk menjadi live usb selesai
Langkah Asus EEE Menjalankan Live USB:
1. Pasang flash disk tadi di Asus EEE
2. Boot melalui flash disk, gunakan tombol Esc saat muncul logo Asus EEE di layar
3. Memasuki proses boot dari live usb
4. Bila batere dipasang, akan ada peringatan bahwa batere rusak. Ini hanya karena drivernya belum ada.
5. Silakan coba-coba fitur dari Ubuntu, selanjutnya kita coba untuk melakukan instalasi Ubuntu ke dalam EEEPC, yang dibutuhkan adalah 2.5GB ruang kosong di SSD.
Technorati : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Del.icio.us : asus, eee, linux, pinky, tutorial, xandros
Posted in linux, myself | 4 Comments »
Sunday, March 30th, 2008

‘Pinky Warrior’, sebutan untuk Asus EEE-ku yang berwarna merah muda. Kenapa merah muda, karena permintaan istri yang pengen warna itu.
Udah hampir sebulan dua bulan memiliki notebook ini, setelah berjuang antri selama 4.5jam mulai jam 09.00 - 12.30 pada tanggal 9 Februari 2008 di BE Mall Bandung waktu launching. Dapet antrian orang ke-15, yang pertama dateng konon katanya dateng jam 7 pagi. Beli yang 4G Surf dengan harga Rp. 3.550.000

Sampai saat ini puas pakenya, sampe sekarang cuma ditambahin 1GB SD Card Merk Spectra, dimana semua software diinstall di sana. Btw, aku masih pake sistem operasi defaultnya Xandros, dengan beberapa customisasi di fitur yang dapet tutorialnya dari http://forum.eeeuser.com/ dan http://wiki.eeeuser.com/. Lagi mikir untuk beli SD Card yang 4GB, lumayan dah murah sekitar 200rb-an.
Speakernya lumayan, bisa dipake untuk ngedengerin rock, pop, dangdut dan sundaan pake software Amarok yang bisa koneksi dgn last.fm (http://www.last.fm/user/irfantea/).
Sekarang, kenapa namanya ‘Pinky Warrior’, karena si pinky ini sudah diinstall beberapa software development yang tadinya gak ada di dalemnya seperti
1. Eclipse for Java SE
2. HSQLDB
3. Apache Tomcat
4. Free Pascal
5. TCC (Tiny C Compiler) karena kalo GCC kegedean
6. Scilab untuk ngegantiin Matlab
7. Lagi mikir untuk nginstal juga Firebird, ternyata dapetnya yang paling bagus adalah Apache Derby

Makanya aku gak suka kalo ada yang melecehkan notebook ini, karena terbukti beberapa program yang aku develop berkembang di notebook ini tanpa terkecuali, juga dah terbukti bisa dipake di Hotspot BSM dan BIP, dan dipake waktu ngajar programming.
Notebook ini juga yang membuat orang jadi kreatif, karena storage-nya yang kecil maka harus nginstall program-program yang tidak berukuran besar, makanya nyari software-software yang disebutkan diatas, hampir semuanya adalah software yang bisa dianggap alternatif dan berukuran dibawah 10MB kecuali Eclipse EclipseEE yang 70 120MB dan Free Pascal yang 30MB.
I love my ‘Pinky Warrior’, malah sekarang beberapa vendor notebook ikut-ikutan bikin versi miniatur karena yang ini meledak di pasaran, konon notebook ini sekarang lagi jalan di 4.3jt-an.
Technorati : asus, eee, pinky, xandros
Del.icio.us : asus, eee, pinky, xandros
Posted in linux, myself | 5 Comments »